Rencana Pembangunan Jalan Tol Makin Jelas

SM/Achmad Hussain - LAHAN UNTUK TOL: Lahan di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, yang dicek tim pelaksana jalan tol Jogja-Solo, baru-baru ini. (51)
SM/Achmad Hussain - LAHAN UNTUK TOL: Lahan di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, yang dicek tim pelaksana jalan tol Jogja-Solo, baru-baru ini. (51)

KLATEN - Rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo semakin jelas setelah Pemkab Klaten mendapatkan undangan rapat khusus membahas jalan tol. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Klaten Sunarno mengatakan, Bappeda sudah mendapatkan undangan dari Pemprov Jateng untuk membahas rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

”Rapat akan dilakukan dalam pekan ini dan undangan sudah kami terima,” katanya, Senin (21/1). Menurutnya, rapat khusus itu akan dilaksanakan di Pemprov Jateng bersama tim dari Pemerintah Pusat. Hanya apa materinya, Bappeda belum mengetahui dan hanya mempersiapkan bahan jika nanti ada permintaan penjelasan.

Selama ini meskipun kabar pembangunan jalan tol sudah santer terdengar, tetapi baru kali pertama ada undangan rapat pembahasan. Bappeda belum bisa memastikan kapan tol akan dimulai pembangunannya, sebab selama ini belum ada informasi dari Pemprov Jateng dan pusat.

Saat ini Pemkab hanya mempersiapkan regulasinya dengan mengajukan revisi Perda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Revisi itu sudah direncanakan sejak lama dan berbagai kajian sudah dilakukan sebelumnya.

Masuk Propemda

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten Tajudin Akbar, revisi Perda RTRWNomor 11 Tahun 2011 diajukan tahun ini ke DPRD. Namun di dalamnya belum mengatur jelas peruntukan titik untuk jalan tol. Hanya sudah ada wilayahwilayah yang kemungkinan dilalui jalan tol mulai dari timur sampai barat.

”Sambil menunggu kepastian, raperda persiapan akan diajukan,” katanya. Menurut Tajudin, Dinas juga mendapat undangan untuk rapat ke Provinsi membahas jalan tol. Dengan semakin jelasnya rencana itu, masih ada cukup waktu untuk mengadakan perubahan dan penyesuaian tata ruang.

Pemkab tinggal mengacu tata ruang dari pusat dan provinsi nantinya. Misalnya, ground breaking pembangunan dimulai April seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, Pemkab masih memiliki cukup waktu sebab saat ini raperda sudah siap. Sebelumnya diberitakan, beberapa desa telah disurvei tim pelaksana jalan tol.

Desa di Kecamatan Karanganom dan Ngawen sudah diminta data fisiknya (SM, 20/11/2018). Sekretaris DPRD Kabupaten Klaten Edy Hartanto membenarkan jika revisi Perda RTRWdibahas tahun ini. Raperda itu sudah masuk dalam program pembentukan perda (Propemda) 2019 bersama 11 perda lain.

Hanya apakah akan menjadi prioritas atau tidak belum dirapatkan. Namun yang jelas, revisi Perda RTRW membutuhkan pencermatan tersendiri sebab mengatur tata ruang. (H34-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar