Arsitek Oei Tjong An 1912 - 1982

Oleh Doni Hendro Wibowo & Krisna Wariyan Pribadi

Masyarakat yang tinggal di Semarang atau dari kota lain yang pernah singgah di jalan Pandanaran untuk beli oleh-oleh khas Semarang pasti tak asing dengan apotik Sputnik. Bangunan unik yang di depannya ada roketnya, yang sekarang dimiliki oleh Bandeng Juwana. Namun tak banyak yang tahu arsitek dari bangunan unik tersebut adalah Oei Tjong An, salah satu arsitek pionir dari Semarang yang berkarya pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Oei Tjong An dilahirkan di Semarang, 12 Oktober 1912. Putra dari pasangan Oei Tiong Bhing dan Njoo Oen Nio. Oei Tiong Bhing adalah seorang tuan tanah dan merupakan adik dari Oei Tiong Ham yang dikenal sebagai raja gula dari Semarang. Menempuh pendidikannya di Ecole des Beaux Arts, Geneva di Swiss tahun 1939 - 1945 mengambil jurusan Desain Periklanan. Pada tahun 1948 Oei Tjong An kembali ke kota Semarang, proyek pertamanya adalah membuat lay out dan merancang beberapa stan di Pasar Malam Amal Semarang tahun 1949 di lapangan jalan Ki Mangunsarkoro yang diadakan oleh organisasi Chung Hua Tsung Hui (CHTH). Stan-stan hasil karya Oei Tjong An berhasil mendapatkan penghargaan juara I dan II. Setelah sukses di proyek Pasar Malam Amal tahun 1949, Oei Tjong An memberanikan diri berkarir sebagai arsitek dengan mendirikan kantor Oei Tjong An Architect di Jalan Taman Seteran Utara I Semarang tahun 1949. Karya - karya desainnya beraneka ragam mulai dari stand pameran, bangunan dan interior. Namun sayang banyak karya arsitekturnya yang sudah hilang ditelan zaman berganti bangunan baru.

Beberapa karya Oei Tjong An yang masih ada di kota Semarang adalah Apotik Sputnik jalan Pandanaran, Rumah Crescendo Siranda, SMK Analis Kesehatan Theresiana, Gedung Xaverius Kebon Dalem, rumah tinggal di jalan Mawar dan jalan Pandanaran I. Karyanya di luar kota Semarang yang masih ada, beberapa vila di Kopeng Salatiga, rumah tinggal di Solo, vila di kaliurang dan Tawangmangu. Apotik Sputnik menjadi karya Oei Tjong An yang paling fenomenal. Merupakan proyek renovasi dan pengembangan dari bangunan rumah tinggal menjadi sebuah apotik milik N.V. Sputnik. Nama Sputnik berasal dari nama satelit Uni Soviet yang diluncurkan tanggal 4 Oktober 1957.

Keunikan Apotik Sputnik terlihat dari bentuknya yang serba lengkung (plastis) meliputi selubung pada tampak muka bangunan, disain interior, furniture dan elemen arsitektur yang semuanya didesain oleh Oei Tjong An. Karakter Sputnik semakin diperkuat dengan miniatur roket dengan satelitnya sebagai penanda visual yang menarik perhatian dimana bola satelitnya bisa berputar ketika tertiup angin. Keunikan yang lain terdapat akuarium ikan yang didesain menjadi etalase apotik. Pemilik pertama apotek Sputnik semula adalah orang Kudus, namun sejak tahun 2002 apotek Sputnik tutup karena terus merugi. Bangunan ini kemudian dibeli oleh dr. Daniel, pemilik Bandeng Juwana (toko oleh - oleh makanan Semarang) untuk mengembangkan usahanya, kebetulan letak tokonya bersebelahan dengan apotek Sputnik.

Masih Terawat

Kondisi bangunan Apotek Sputnik sampai tahun 2015 masih terawat. Hampir seluruh elemen bangunan dan perabotannya masih orisinal, namun satelit di atas roket sudah tidak bisa berputar bila terkena tiupan angin, etalase kaca akuarium sudah ditutup dan teras pintu masuk yang sudah hilang karena peninggian trotoar. Perubahan fungsi kawasan Jalan Pandanaran dari kawasan pemukiman menjadi kawasan bisnis telah membuat keberadaan Apotik Sputnik tak menonjol lagi seperti dulu. Sputnik telah terkungkung oleh gedung bertingkat, lapak pedagang dan baliho iklan. Oei Tjong An dikenal sebagai arsitek yang berkarakter eksentrik, sangat teguh pada pendiriannya dalam masalah desain.

Ciri khas karyanya selalu unik, ekspresif dan berbeda dengan yang lain. Selain sebagai arsitek, Oei Tjong An juga seorang seniman, penggemar motor, organisator dan juga mahir berdansa, beliau salah satu pendiri Ikatan Motor Semarang (IMS) pada tahun 1953, wakil ketua di organisasi Chung Hua Tsung Hui (CHTH) selama 7 tahun dan ketua di organisasi Chung Hua Ta Chung Sze tahun 1952 -1954. Pada tahun 1970 mendirikan Ria Dansa Club di rumahnya jalan Seteran Dalam 19 Semarang. Kariernya dalam dunia pendidikan arsitektur, Oei Tjong An adalah pendiri Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Katolik Atma Jaya Cabang Semarang pada tahun 1967.

Pernah menjabat sebagai Dekan Pelaksana Fakultas tahun 1967-1969, sekaligus sebagai perencana gedung kampusnya yang saat itu berada di jalan Seroja Dalam I no.10 Semarang ( sekarang digunakan SMK Analis Kesehatan Theresiana ). Universitas Katolik Atma Jaya Cabang Semarang terakhir beralamat di jalan Pandanaran 100, kemudian pada tahun 1973 berubah menjadi Institut Teknologi Katolik Semarang ( ITKS ) dan tahun 1982 menjadi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Pada akhir tahun 1971, Oei Tjong An pindah ke negeri Belanda, disana beliau bekerja di Keemink buro voor architectuur en stede bouw Valkenswaard tahun 1972 sampai pensiun tahun 1977.Oei Tjong An meninggal di Surabaya, tanggal 23 September 1982, di usia 70 tahun.

Doni Hendro Wibowo| Arsitek; Anggota Bidang Sistem Informasi Arsitektur IAI Jawa Tengah

Krisna Wariyan Pribadi | Arsitek; Pemerhati Arsitektur Jengki