BLK Hapus Dua Jurusan

Peminatnya Minim

SM/Asef F Amani  -  PELATIHAN KERJA : Salah satu peserta serius mengikuti pelatihan kerja jurusan otomotif di BLK Kota Magelang yang pada 2019 ini memulai kembali program. (36)
SM/Asef F Amani - PELATIHAN KERJA : Salah satu peserta serius mengikuti pelatihan kerja jurusan otomotif di BLK Kota Magelang yang pada 2019 ini memulai kembali program. (36)

MAGELANG - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang bersiap kembali memberikan pelatihan-pelatihan kerja kepada masyarakat.

Namun, untuk tahun 2019 ini ada dua jurusan yang dihapus, yakni pelatihan perkayuan dan las. Kepala BLK Kota Magelang, Suparto mengatakan, keberadaan BLK yang berlokasi di daerah Kebonpolo ini cukup diminati masyarakat.

Utamanya mereka yang ingin memiliki keterampilan tertentu sebelum terjun ke dunia kerja. ‘’Tahun ini kita akan memulai lagi pelatihannya dengan peserta sementara 50 orang di semua jurusan.

Ada enamjurusan yang siap, yakni menjahit, otomotif, tata boga, tata rias, komputer, dan bahasa asing,’’ujarnya di kantornya, kemarin.

Dia menuturkan, penghapusan jurusan perkayuan dan las, karena peminatnya sangat minim. Juga karena pernah terjadi pengalaman kurang menyenangkan, yaitu kecelakaan peserta.

‘’Kami ingin meminimalisir segala risiko dalam pelatihan ini. Karena pernah mencelakakan peserta maka kami hapuskan saja dua jurusan itu,’’katanya. Meski dua jurusan dihapus, Suparto optimistis animo masyarakat tetap bagus.

Apalagi fungsi dari BLK ini menjadi tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan atau ingin mendalami keahlian di beberapa bidang. ‘’Tujuan lainnya menekan angka pengangguran di Kota Magelang.

Seperti kita tahu, persaingan di dunia kerja kian ketat. Pemerintah pun terus berupaya mengasah kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing dan sesuai kebutuhan industri,’’jelasnya.

Dua Gelombang

Pengawas Pelatihan, Hanif menambahkan, dalam setiap pelatihan rata-rata dilakukan selama 25-30 hari. Pelatihan pun dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama dengan dibiayai APBD dan gelombang kedua dibiayai APBN.

‘’Kuota untuk pelatihan yang dibiayai APBD 24 peserta, sedangkan kuota 16 orang untuk pelatihan yang dibiayai APBN. Selesai pelatihan dan sekiranya lulus ketika diuji, maka peserta akan mendapatkan sertifikat,’’paparnya. Dalam menjalankan roda kepelatihan, lanjut Hanif, BLK tidak berjalan sendiri.

Sejauh ini BLK bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK) dan instansi dari luar. Seperti jurusan teknik otomotif bekerja sama dengan Armada Tunas Jaya. ‘’Untuk jurusan tata rias, kita kerja sama dengan SMK 3 Magelang.

Kita juga kerja sama dengan BLK Temanggung untuk instruktur di jurusan perbengkelan dan tata boga,’’ ungkapnya. Dia menyebutkan, untuk pendaftaran biasanya dibuka di awal tahun dan cukup mudah.

Peserta bisa mendaftar langsung ke BLK di hari kerja. Selain itu, pihaknya juga bisa aktif menginformasikan lowongan pelatihan ke kelurahan-kelurahan. ‘’Kita terkadang mengecek dulu data pengangguran.

Lalu mengirimkan lembaran surat lowongan mengikuti pelatihan kerja ke kelurahan-kelurahan. Kelurahan nanti yang akan menyebarluaskan hingga ke tingkat RT,’’ imbuhnya. (H88-36)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar