8 Holding BUMN Selesai Maret

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menargetkan pembentukan delapan holding perusahaan pelat merah tersebut rampung pada akhir Maret 2019.

Rini mengatakan, penyelesaian delapan holding BUMN juga akan menjadi kado istimewa pada usia Kementerian BUMN yang ke-21 pada April mendatang. ”Pada April, Kementerian BUMN berumur 21 tahun. Jadi 21 tahun sudah dianggap dewasa penuh, maka selesaikan holdingholding,” kata Rini di Jakarta, Rabu (16/1).

Dia mengungkapkan, delapan holding BUMN tersebut yaitu bidang infrastruktur, perumahan, asuransi, pertahanan, farmasi, pelabuhan, semen, dan BUMN sektor kawasan. Menurut Rini, tujuan pembentukan holding juga agar pembinaan dan pengawasan BUMN menjadi lebih terukur dan prudent (hati-hati).

Selain itu, pembentukan holding juga agar BUMN lincah dan mampu bersaing di kancah internasional. Selain itu, Rini juga meminta kepada masing-masing Deputi Kementerian BUMN mencari para pegawai yang tepat dalam menjalankan perusahaan.

”Bukan saya tidak hargai ASN (Aparatur Sipil Negara-Red), tapi memang ke depan harus berpikir korporasi karena pengawasan dan pembinaan itu dilakukan, kalau tidak mengerti korporasi timing-nya tidak sama,” ungkap dia.

Karena itu, lanjut Rini, dalam sisa waktu menuju 31 Maret 2019, seluruh pejabat eselon I Kementerian BUMN diminta bisa menyelesaikan delapan holding. ”Infrastruktur sama perumahan, asuransi, pertahanan, farmasi, pelabuhan, semen, kawasan (kawasan industri-Red), ditarget rampung 31 Maret,” tegas Rini.

Jangan Pesimis

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas kritikan sejumlah pihak, termasuk dari calon presiden Prabowo Subianto, yang menyebut banyak BUMN merugi atau bahkan cenderung sudah bangkrut. Jokowi meminta agar pihak-pihak yang menyebut sejumlah BUMN bangkrut bisa menunjukkan datanya. ”Kalau kita bicara yang penting satu; pakai data.

Berbicara itu pakai data,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri peluncuran Program Wirausaha ASN dan Pensiunan Sejahtera di Purnatugas, Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/1).

Selain itu, Presiden meminta kepada pihak-pihak tersebut termasuk masyarakat agar tidak pesimis melihat sesuatu. ”Jangan pesimislah. Kalau ada yang belum baik, ya banyak yang belum baik.

Tapi kita harus optimis, kita perbaiki. Itu tugas kita,” tegasnya. Ditanya lebih lanjut mengenai BUMNBUMN yang disebut sejumlah pihak merugi, Jokowi meminta wartawan supaya menanyakannya kepada langsung Menteri BUMN.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui selama 2018 memang ada 13 BUMN yang rugi. Di antara BUMN yang menjadi sasaran kritik adalah PT Garuda Indonesia yang merugi Rp 1,67 triliun per Juni 2018. PT Freeport setelah 51% sahamnya diambilalih pemerintah juga tidak akan membagikan deviden selama dua tahun ke depan karena kondisi keuangannya.

Selain itu, BUMN besar yang juga menjadi sasaran kritik adalah Pertamina dan PLN. Karena harus menanggung selisih harga keekonomian, akibat kebijakan satu harga dan tidak menaikkan harga minyak dan listrik, kedua BUMN itu disebut-sebut merugi.

Pertamina mengalami penurunan laba hingga 73% meski masih untung Rp 5 triliun per semester I 2018. PLN rugi Rp 5,3 triliun pada semester I 2018 dan lebih tinggi dari 2017 secara year on year (yoy) sebesar Rp 2,03 triliun. Menurut Rini, untuk memperbaiki kinerja BUMN, maka dibentuklan delapan holding BUMN yang kini dalam proses realisasi. (A20,dtc-46)