• KANAL BERITA

POSS Makin Populer

PEDESTRIAN-Only Shopping Streets (POSS) sangat populer di banyak kota di Eropa, tetapi juga ada di kota-kota lain di dunia. Berupa suatu kawasan pertokoan yang terdiri atas satu jalan tunggal, atau dua atau lebih jalan-jalan yang saling berhubungan satu sama lain.

Sering kali terhubung dengan alun-alun (town square atau plaza). Di sepanjang kedua sisi zona pejalan kaki terdapat berbagai pedagang barang dan jasa, seperti toko-toko suvenir, butik, restoran, bar, kedai kopi, toko kelontong, toko roti, toko gaya hidup dan fashion, bank dan department store.

Di berbagai kota sering kali terdapat bangunan bersejarah seperti gereja tua, museum, monumen, dan bangunan tua lainnya sebagai obyek wisata.

Pada hari-hari tertentu diselenggarakan hari pasar mingguan dengan hasil bumi segar, atraksi musiman, dan acara khusus lainnya. Dengan demikian selain berfungsi sebagai kawasan perdagangan, kawasan POSS juga menjadi kawasan wisata.

Kawasan POSS benar-benar memberikan prioritas kepada pejalan kaki. Bahkan di Amsterdam yang dikenal sebagai kota sepeda, pengendara sepeda harus turun dan menuntun sepedanya ketika memasuki kawasan ini.

Kawasan POSS pada umumnya terkoneksi dengan transportasi publik dengan baik sehingga memberikan kemudahan bagi para pejalan kaki datang ke kawasan ini serta kembali atau melanjutkan ke tujuan yang lain.

Di Amsterdam (The Netherland) dan Gent (Belgium) misalnya, bahkan jalur trem berbaur dengan para pejalan kaki tanpa pembatas apapun, dan sampai saat ini belum pernah terdengar terjadinya kecelakaan pejalan kaki tertabrak atau tersenggol trem. Sehingga para pengunjung bisa naikturun trem di tengah-tengah keramaian kawasan di halte-halte tertentu.

Hal ini bisa terjadi karena di kawasan ini prioritas benar-benar diberikan kepada pejalan kaki. Berbeda dengan di jalan raya dimana PEDESTRIAN-Only Shopping Streets (POSS) sangat populer di banyak kota di Eropa, tetapi juga ada di kota-kota lain di dunia.

Berupa suatu kawasan pertokoan yang terdiri atas satu jalan tunggal, atau dua atau lebih jalan-jalan yang saling berhubungan satu sama lain.

Sering kali terhubung dengan alun-alun (town square atau plaza). semua pengguna jalan harus memberikan prioritas kepada trem. Jalur-jalur POSS biasanya bertemu di alun-alun dimana dapat dijumpai pertunjukan seni dan hiburan serta pedagang kaki lima makanan.

Para penampil di sini adalah para profesional yang diberikan ijin melalui seleksi yang sangat ketat, bukan pengamen yang dengan penampilan ala kadarnya. Para penampil seni musik diantaranya adalah para siswa sekolah musik yang mencari uang saku atau untuk biaya sekolah.

Kawasan Perdagangan

Dengan menjadikan suatu kawasan perdagangan sebagai kawasan POSS terbukti dapat menarik pengunjung lebih banyak sehingga meningkatan penjualan para pemilik toko di kawasan tersebut.

Dengan berjalan kaki para pengunjung dapat melihat-lihat lebih banyak toko dan berpotensi untuk membeli barang-barang yang dijual.

Menurut Kantor Pariwisata Kota Cologne (Jerman), penghitungan secara simultan terhadap pejalan kaki yang dilakukan di pusat perbelanjaan Jerman pada tanggal 10 April 2010, menunjukkan bahwa kawasan POSS di Schildergasse Cologne yaitu boulevard belanja paling ramai di Jerman pada hari Sabtu, didatangi oleh 13.280 pengunjung antara jam 13.00 sampai 14.00.

Kawasan POSS di Kaufingerstrafle Munich berada di urutan kedua dengan 11.905 pengunjung, dan kawasan POSS di Zeil Frankfurt pada urutan ketiga dengan 11.420 pengunjung.

Jadi sangat jelas bahwa volume lalu lintas pejalan kaki yang tinggi ini dapat, pada gilirannya, menghasilkan bisnis yang baik dan kesuksesan ekonomi baik untuk para pemilik toko dan para pedagang kaki lima serta para penampil pertunjukan (https://www.planetizen.com).

Sekaligus menjadi kawasan perbelanjaan dan wisata yang menyenangkan. Salah satu kawasan POSS yang terkenal di Asia adalah kawasan Shangxiajiu di kota tua Xiguan di China.

Berup. a satu jalur kawasan komersial sepanjang 1.200 meter dengan 300 toko. Kawasan Shangxiajiu memiliki arsitektur yang unik dan bersejarah menampilkan karakteristik gaya Eropa dan Cina.

Disini dapat dijumpai sekelompok toko tua terkenal, seperti toko pakaian Guangzhou, sepatu Herring, toko topi, toko jam Dalu dan toko jam tangan, dan juga memiliki beberapa restoran terkenal, diantaranya restoran Guangzhou, restoran Taotaoju, ayam Wenchang, dan taotao jahe dan ayam bawang.

Kawasan Shangxiajiu telah menjadi salah satu tujuan wisata andalan yang banyak ditawarkan oleh para agen perjalanan wisata internasional. (53)

Gatoet Wardianto, Dosen Universitas Pandanaran Semarang Pengamat Ruang Publik Perkotaan