Debat Cawapres Lebih Dinanti Publik

JAKARTA - Sebagai salah satu metode kampanye, debat caprescawapres diyakini cukup efektif untuk memengaruhi pilihan pemilih. Namun, pada Pilpres 2019 pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014. Karena itu, menurut pengamat politik yang juga Direktur Sigma Indonesia Said Salahudin, debat cawapres yakni antara KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno lebih dinanti publik dibandingkan debat antarcapres. “Jadi, efek debat capres nanti saya kira tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan pemilih.

Kalaupun ada pengaruhnya, terbesar saya kira akan datang dari kelompok pemilih pemula. Mereka pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan. Berbeda dari debat cawapres yang memengaruhi pemilih pemula maupun pemilih yang berpengalaman. Debat cawapres lebih dinanti publik,” kata Said.

Menurut dia, baik Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat. Sebagian pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi itu dengan lawan debat yang berbeda.

Kemampuan Ma’ruf dalam berdebat bahkan belum pernah dilihat orang. “Karena itu dalam sesi debat Ma’ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas kedua pasangan calon. Sebab, pemilih pemula, swing voters (pemilh mengambang), dan kelompok undecided voters (yang belum menentukan pilihan) sepertinya masih dapat digoda oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti. Debat cawapres antara Ma’ruf yang kiai senior dan Sandi yang jauh lebih yunior tampaknya paling dinanti dan berpeluang untuk mengubah pilihan pemilih dibandingkan dengan debat capres,” sebut Said.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum menolak pengajuan perubahan atau revisi terhadap visi dan misi pasangan Prabowo-Sandiaga.

Menurut anggota KPU Wahyu Setiawan, perubahan visi dan misi pasangan capres-cawapres sudah tidak diperbolehkan. Karena itu, perbaikan yang sempat disampaikan oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga tidak bisa diterima oleh KPU. “Visi, misi, dan program merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres dan cawapres. Sedangkan tahapan pencalonan sudah berlalu,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, dokumen visi dan misi terdahulu dari pihak Prabowo-Sandiaga juga sudah dipublikasikan melalui laman resmi KPU. Dokumen ini pun sudah menjadi alat peraga kampanye yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.( F4, J22-19)


Berita Terkait
Loading...
Komentar