Pemkot Siapkan Pembatas Permanen di Jalan Moewardi

SM/ Yoma Times Suryadi : LINTASI JALAN: Beberapa pengendara melintas di salah satu ruas Jalan Dr Moewardi, Banjarsari, Solo, Jumat (11/1).(21)
SM/ Yoma Times Suryadi : LINTASI JALAN: Beberapa pengendara melintas di salah satu ruas Jalan Dr Moewardi, Banjarsari, Solo, Jumat (11/1).(21)

SOLO - Difungsikannya fly over Manahan sejak akhir 2018 lalu, terus dievaluasi Pemkot Surakarta.

Rencananya pembatas permanen bakal dipasang di Jalan Moewardi, Banjarasri, Solo menggantikan water barrier yang saat ini menjadi pembatas akses jalan dua arah itu. ”Kami melihat perlu adanya pembatas jalan yang lebih permanen. Sehingga tidak ada pengendara yang nekat membuka water barier untuk memutar kearah yang berlawanan. Hal itu cukup berbahaya karena dapat menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Hari Prihatono, Jumat (11/1).

Hari menuturkan, pemasangan pembatas permanen dilakukan sepanjang 300 meter dari batas terakhir jalan layang (Jalan Dr Moewardi) hingga sekitar perempatan Jalan Mawar. Nantinya dari simpang empat tersebut dilanjutkan hingga pertigaan Kalitan. ”Sepanjang 300 meter pembatas jalan ada yang permanen dan ada yang ditutup dengan water barier di simpang empat Jalan Mawar. Sehingga bisa dibuka tutup ketika terdapat kegiatan di sekitar lokasi tersebut,” kata Hari.

Penambahan rambu nantinya juga akan disediakan dinas terkait untuk memberi tanda boleh tidaknya pengendara melintas atau berputar arah di Jalan Moewardi. Hari menjelaskan konsep tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta. Saat ini sedang dibahas kelanjutan pengadaan dan anggaran pembangunan median permanen tersebut. ”Sudah kami koordinasikan dengan dinas yang berwenang. Hasil evaluasi selama ini kami menyoroti perlunya pembatas permanen itu. Soal anggaran dan pembangunannya masih kami bahas lebih lanjut,” kata dia.

Staff Teknis Cipta Marga, DPUPR Surakarta, Agung Suranto membenarkan pengadaan median permanen yang diusulkan Dishub. Namun bentuk, anggaran dan waktu pembangunannya belum bisa dipastikan. Hal itu mengingat pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sudah disahkan awal Januari lalu. ”Kami belum bisa memastikan pembangunannya apakah menggunakan beton, besi atau lainnya.

Saat pengesahan DPA lalu, rencana pembangunan pembatas permanen itu belum masuk daftar DPA. Sehingga pembangunan direncanakan menggunakan APBD Perubahan 2019,” jelas Agung.

Agung menyatakan, pembangunan pembatas permanen juga disasar di Jalan Adi Sucipto. Hal itu dinilai penting karena akses jalan tersebut berlaku dua arah seperti Jalan Moewardi. ”Rencananya akses jalan yang berlaku dua arah akan dibangun median permanen. Berbeda dengan Jalan MT Haryono yang hanya berlaku satu arah, jalan tersebut kami rasa tak perlu disiapkan pembatas permanen,” jelasnya.

Evaluasi dan hasil koordinasi fungsi fly over tersebut terus dicatat perkembangannya. Sehingga dalam menentukan keputusan memberikan solusi yang baik dalam mengurai kepadatan yang masih terjadi di sekitar fly over Manahan. (ihm-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar