Harga Beras Diharapkan Turun

JAKARTA- Didampingi beberapa menteri, Presiden Joko Widodo meninjau stok bahan pokok, terutama beras di Gudang Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Melihat stok menumpuk, Presiden berharap harga beras turun. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, stok tahun ini meningkat. Jika biasanya di akhir Desember sekitar 700-800 ribu ton, akhir Desember 2018 stok beras di Gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton. ”Stok harus dipakai untuk menjaga agar harga bahan pokok, terutama beras bisa sedikit turun. Sesuai (dengan pernyataan) Direktur Utama Bulog dan pengecekan di (Pasar)Cipinang, tren sudah mulai turun meski baru Rp 50 rupiah (per kilogram),” ungkap dia.

Presiden optimistis harga beras akan terus turun. Selain karena Bulog telah melakukan operasi pasar besar-besaran, stok yang banyak memberikan keyakinan kepada pasar bahwa setiap saat diperlukan stok mencukupi. ”Kalau stok sedikit, akan banyak spekulan bermain harga. Nah ini kita tunjukkan stok banyak,” tegas dia.

Presiden mengingatkan Februari- Maret memasuki panen raya. Hal itu akan memengaruhi suplai dari produksi di lapangan. Suplai yang besar membuat harga turun drastis, dan hal itu membuat petani rugi.

Keseimbangan

”Keseimbangan antara harga produksi dan harga pasar penting dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah karena nanti petaninya akan menjerit,” papar dia.

Mengenai impor beras 1,8 juta ton pada tahun lalu, Presiden menyebutkan hal itu terkait dengan masalah produksi. Kalau produksi tidak cukup, ditutup dengan impor; karena kalau tidak, harganya pasti naik. ”Inilah fungsi Bulog.

Pemerintah harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai petani senang, masyarakat tidak senang. Atau masyarakat senang, petaninya tidak senang,” jelas dia.

Soal serapan Bulog yang rendah, Presiden beralasan karena sekarang belum panen raya. Operasi pasar dimaksudkan agar stok Bulog berkurang, sehingga pada saat panen raya serapan terhadap beras dari gabah petani bisa dilakukan besar-besaran.(A20-18)


Loading...
Komentar