KIYE LAKONE

Menebar Virus Wirausaha

SM/dok
SM/dok

UNTUK menciptakan persepsi kewirausahaan yang sesuai dengan ekspektasi, pelatihan kewirausahaan harus dijalankan secara kontinu. Inilah yang menjadi semangat Pujianto untuk memotivasi, memberikan inspirasi, serta rangsangan berwirausaha kepada generasi milenial.

Pria usia 29 itu menebar virus kewirausahaan kepada para pelajar. Kegiatan ini sudah berjalan sejak 2016, dengan menyasar kalangan pelajar SLTAdi Kabupaten Banyumas melalui kegiatan seminar entrepreneurship.

Pujianto yang merupakan Founder dan CEO Kaos Ngapak Banyumas bersama tim mengupas tentang materi kewirausahaan serta contoh-contoh jenis usaha ringan namun mampu menghasilkan.

"Seminar ini semata-mata untuk berbagi, karena berbagi tak harus dengan uang, namun dengan menyampaikan hal positif dan menularkan semangat entrepreneurship," katanya. Kegiatan berbagi ilmu wirausaha hingga kini terus berjalan, namun seiring waktu konsepnya berubah menjadi sekolah bisnis berbayar dengan nama Ngapak Preneur Academy (NPA).

Sekolah bisnis ini menyasar praktisi bisnis dan generasi muda yang ingin terjun bisnis. Pujianto mengatakan, program berbagi ilmu kewirausahaan dilatarbelakangi banyaknya anak muda yang memiliki bisnis, namun belum tersistem. Dia juga mengajak anak-anak muda untuk aktif membuat karya mandiri dengan keilmuan yang tepat, sehingga meminimalkan faktor kerugian.

"Kami share tips-tips untuk mensistemasi bisnis. Ini juga sebagai upaya untuk memperbanyak entrepreneurmuda," katanya. Menurut Pujianto, banyak peluang yang dapat digali untuk memulai wirausaha. Apalagi perkembangan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat dapat memudahkan anak muda menjadi entrepreneur.

"Sekarang bayak pemuda-pemudi yang sudah punya penghasilan ratusan juta rupiah dari bisnis dan banyak yang memulainya dari bisnis online," tuturnya. Di samping itu, bagi pemula untuk terjun di bisnis jelas memiliki keuntungan, yaitu memiliki kesempatan lebih awal.

Artinya, kalau anak muda memulai saat ini, maka beberapa waktu mendatang mereka akan menjadi pemain, bukan hanya sebagai penonton dalam perkembangan ekonomi. (Puji Purwanto- 37)


Baca Juga
Loading...
Komentar