Komunitas BBM Produksi Bumbu Dapur Tanpa Pengawet

SM/Budi Sarmun : TUNJUKKAN BUMBU NONBORAK : Penjaga stan menunjukkan bumbu dapur nonborak yang diproduksi UMKM Mojolegi, Teras, Boyolali, kemarin. (51)
SM/Budi Sarmun : TUNJUKKAN BUMBU NONBORAK : Penjaga stan menunjukkan bumbu dapur nonborak yang diproduksi UMKM Mojolegi, Teras, Boyolali, kemarin. (51)

BOYOLALI - Para ibu yang tergabung dalam Bunda Berkarya Mojolegi (BBM) Teras, Boyolali, mengaku prihatin dengan menjamurnya makanan dan bumbu dapur yang dicampur dengan micin dan bahan pengawet di pasaran. Sebab, jika mengonsumsi makanan, minuman, dan bumbu dapur yang dicampur dengan bahanbahan kimia dalam waktu lama akan mengganggu organ vital manusia.

Karena rasa keprihatinan ini BBM sudah mengelurkan produk bumbu dapur, penyedap rasa, makanan dan minuman tanpa bahan pengawet dan borak dan menjajakannya ke pasaran. Koordinator BBM, Yusi Aristiyani, menjelaskan, produksi bahan makanan dan resep dapur tanpa bahan pengawet plus borak ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Baru awal 2019, BBM bersama swasta dan pemerintah menggencarkan promosi ke masyarakat. ”Baru pertengahan 2018, kami luncurkan, dan saat ini kami terus promosikan, termasuk lewat sejumlah stan-stan di Boyolali,” katanya, kemarin.

Ada sejumlah anggota BBM yang secara khusus memasarkan produkproduk ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan in. Bahkan, dari sekian banyak produksi bumbu resep dan makanan dari anggota BBM sudah tersertifikasi halal.

Penetrasi

Yusi mengatakan, salah satu BUMN di Boyolali sudah mengembangkan produk UMKM ini sekaligus pemasarannya.

Bahkan Pemkab Boyolali juga sudah memfasilitasi produk-produk BBM dalam pameran-pameran. ”Insya Allah, dalam waktu dekat, kami akan melakukan penetrasi ke kota-kota besar, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta,” kata pemilik UMKM Yumami ini.

Sementara itu, anggota DPR asal Boyolali Endang Sri Karti Handayani menyambut baik peran serta UMKM di Boyolali yang memiliki inisiatif memproduksi makanan, minuman, dan bumbu dapur tanpa bahan pengawet.

Menurutnya, terobosan ini patut didukung penuh oleh pemerintah dan dunia industri. ”Ya kami wakil rakyat mendukungnya karena UMKM adalah pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh, maka harus terus didukung pengembangan dan pemasarannya,” katanya. (J5-51)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar