Truk Muat Lebih dari 8 Ton Dilarang Lewat Flyover Kretek

SM/Teguh Inpras : LEWATI FLYOVER : Kendaraan melewati flyover Kretek jalur Tegal-Purwokerto, Kecamatan Paguyangan, Brebes.(24)
SM/Teguh Inpras : LEWATI FLYOVER : Kendaraan melewati flyover Kretek jalur Tegal-Purwokerto, Kecamatan Paguyangan, Brebes.(24)

BREBES - Rapat koordinasi (rakor) penanganan kerawanan kecelakaan di sekitar flyover Kretek, Brebes yang dilaksanakan di kantor Kementerian Perhubungan pada Jumat (14/12) menghasilkan tiga rekomendasi. Ketiganya dibagi menjadi penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Rakor yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi itu diikuti sejumlah lembaga, antara lain Kementerian PUPR, Polri, KNKT, Organda, Pemkab Brebes, dan perwakilan masyarakat Bumiayu, Brebes.

Rapat diadakan, menyusul banyaknya angka kecelakaan lalu lintas setelah flyover Kretek difungsikan. Terakhir, truk bermuatan beras nyelonong masuk ke kota dan menabrak puluhan kendaraan, pekan lalu. Lima orang tewas dalam insiden tersebut.

”Salah satu penanganan jangka pendek adalah melarang kendaraan truk lebih dari dua sumbu dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) lebih dari 8 ton melintasi flyover Kretek dari arah selatan ke utara,” kata Rohmat, aktivis Save Flyover Kretek yang ikut menghadiri rapat tersebut, kemarin.

Aturan itu diikuti dengan pemasangan rambu-rambu larangan menuju ke arah flyover, termasuk rambu-rambu larangan putar balik dan larangan berhenti. ”Kemudian mengaktifkan Jembatan Timbang Ajibarang selama 24 jam yang disertai dengan penegakan hukum terhadap kendaraan yang melanggar,” imbuh Rohmat.

Adapun penanganan jangka menengah di antaranya pelebaran jalan di bawah flyover Kretek. Kemudian membangun jalur penyelamat 250 meter setelah flyover Kretek dari arah Purwokerto. ”Selain itu pengurusan izin untuk membuka kembali perlintasan sebidang dengan PTKAI,” katanya.

Adapun penanganan jangka panjang adalah membuat jalan lingkar baru. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, rencana penanganan jangka pendek akan dieksekusi pekan depan. ”Jembatan timbang aktif 24 jam, pembuatan rambu-rambu, dan penegakan hukum bagi kendaraan dua sumbu dengan JBB di atas 8 ton,” urainya.

Penanganan jangka pendek itu sudah dikoordinasikan dengan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. ”Lalu untuk penanganan jangka panjang akan dibuat jalan lingkar, menghindari flyover Kretek,” katanya.

Pegiat LSM Forum Bumiayu Rembug Slamet Riyadi berharap seluruh rekomendasi yang sudah disepakati itu dilaksanakan dengan baik demi keselamatan dan keamanan masyarakat pengguna jalan. ”Sudah terlalu banyak korban jiwa. Tentu kami masyarakat di Bumiayu akan mengawal, sehingga langkah penanganan itu bukan sekadar janji- janji belaka,” ujarnya. (H51-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar