Mendagri: Segera Bakar E-KTP Rusak

SM/Antara : MUSNAHKAN EKTP: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel memusnahkan ribuan EKTPdi Serpong, Tangerang Selatan, Banten, belum lama ini. Ribuan EKTPrusak dimusnahkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan.(24)
SM/Antara : MUSNAHKAN EKTP: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel memusnahkan ribuan EKTPdi Serpong, Tangerang Selatan, Banten, belum lama ini. Ribuan EKTPrusak dimusnahkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan.(24)

JAKARTA-Mendagri Tjahjo Kumolo menerbitkan surat edaran (SE) soal E-KTPyang rusak atau invalid. Semua kepala daerah diinstruksikan segera memusnahkan dengan cara membakarnya. Kapuspen Kemendagri Bahtiar meminta semua bupati/wali kota menindaklanjuti dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Surat Edaran Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan E-KTP Rusak atau Invalid.

Dalam SE yang baru ini, diatur mengenai pencatatan dan pemusnahan E-KTPrusak atau invalid dalam proses pelayanan di wilayah masing-masing. Kepala daerah juga diminta mengecek E-KTPyang rusak/invalid hasil pencetakan massal tahun 2011- 2013 di kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota.

Apabila masih ditemukan E-KTPrusak atau invalid, dicatat dan segera dimusnahkan dengan cara dibakar. ”Bupati/wali kota agar menugaskan seluruh aparat Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), camat, dan Satpol PP bergerak serentak di seluruh daerah memusnahkan E-KTP invalid atau rusak dengan cara dibakar,” kata Bahtiar dalam siaran pers, Minggu (16/12).

Dia menambahkan, berita acara pemusnahan harus dilaporkan kepada Mendagri melalui Dirjen Dukcapil. ”Hal ini dilakukan sebagai langkahlangkah pengamanan terhadap tempattempat penyimpanan atau gudang penyimpanan dokumen negara agar terhindar dari pencurian dan penyalahgunaan dokumen negara,” ujarnya.

Prosedur standar operasi (standard operational procedure/SOP) yang baru ini merupakan pengganti SOPsebelumnya, yang hanya menggunting E-KTPinvalid atau rusak. Bahtiar mengungkapkan, kebijakan baru ini dibuat untuk memberikan kepastian, jaminan, dan pencegahan atas penyalahgunaan E-KTPrusak/invalid dan isu-isu kontraproduktif di masyarakat. ”Kita semua berkepentingan agar Pemilu Serentak 2019 berjalan luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan jurdil (jujur dan adil) serta aman, damai, tertib, dan lancar,” paparnya.

Sebelumnya, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo mengatakan, alasan lain pemusnahan yakni karena akan diperlukan tempat penyimpanan yang besar jika E-KTPyang rusak hanya digunting atau dipotong. Hadi juga mengatakan, akan ada sanksi jika petugas tidak mematuhi aturan dan menyebabkan banyak E-KTPtercecer. ”Jika ada pembuangan, ada yang tercecer, harus ada yang tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan terkait sejauh mana penyimpangan SOPpada kejadian tercecernya ribuan E-KTPdi Jakarta Timur. Sebelumnya diberitakan, Polsek Duren Sawit mengamankan sejumlah E-KTPyang tercecer di dekat persawahan di Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (8/12).

Polisi menyatakan, dari 2.005 E-KTP, 63 di antaranya rusak. Sedangkan 1.942 lainnya habis masa berlaku pada 2016, 2017, dan 2018. Polisi masih menyelidiki kasus itu. E-KTPtercecer juga terjadi di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Sekitar 1.000 EKTPyang ditemukan berasal dari Kabupaten Padang Pariaman. Disdukcapil Padang Pariaman mengakui ada petugasnya yang teledor. ”Permasalahan ini merupakan keteledoran petugas kami, karena memasukkan EKTPyang sudah tidak terpakai ke dalam karung,” kata Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman, Martoni.

Martoni menjelaskan bahwa E-KTP yang tercecer itu sebenarnya akan dimusnahkan, tapi disimpan di gudang dokumen terlebih dahulu. Namun, makin lama karung wadah penyimpannya lapuk hingga dimakan rayap. Ada petugas Dinas Dukcapil yang melihat karung lapuk tersebut dan menganggap dokumen itu tidak penting, lalu membuangnya. Sebelum ini, sejumlah daerah sudah memusnahkan E-KTPrusak/invalid. Di Kudus, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil membakar 25.103 keping E-KTP, Jumat (14/12).

Menurut Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus Putut Winarno, E-KTP yang rusak tersebut merupakan E-KTP yang sudah diganti karena memang ada kerusakan atau pemiliknya mengganti status, pindah tempat tinggal, hingga mengubah foto terbaru. Pemusnahan juga dilakukan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Di daerah ditemukan sekitar 6.500 keping EKTPrusak atau invalid, tapi yang dimusnahkan baru 500. Sisanya akan dimusnahkan setelah dilakukan verifikasi data. (dtc,ant-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar