Pemalang Masuk 100 Smart City

SM/Ali Basarah : PAPARKAN PILAR SMARCITY: Kepala Diskominfo Nugroho Budhi Raharjo memaparkan enam pilar Smart City Pemalang, baru-baru ini. (38)
SM/Ali Basarah : PAPARKAN PILAR SMARCITY: Kepala Diskominfo Nugroho Budhi Raharjo memaparkan enam pilar Smart City Pemalang, baru-baru ini. (38)

PEMALANG - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 kabupaten/ kota program Smart City (Kota Cerdas). Kota cerdas ini merupakan bentuk implementasi dari program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan sejumlah kementerian terkait.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemalang Nugroho Budhi Raharjo mengemukakan, gerakan menuju 100 kota cerdas tersebut diselenggarakan secara bertahap dari 2017 hingga 2019. ’’Pada 2017-2018 ada 75 kabupaten/kota telah dipilih dan telah memperoleh pendampingan penyusunan masterplan (rencana induk) serta quick wins (program percepatan pemanangan) kota cerdas, salah satunya Pemalang,’’ujar dia.

Karena itu, berkaitan dengan pelaksanaan penyusunan rencana induk serta program percepatan kota cerdas di 50 kabupaten/kota pada 2018, dilaksanakan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan baru-baru ini di BSD City Tangerang. ’’Kami sebagai salah satu kabupaten yang masuk dalam program 100 kota cerdas juga dievaluasi dan melaksanakan paparan,’’ ujarnya.

Paparan dilakukan oleh Kepala Diskominfo mewakili Bupati Pemalang. Dalam paparannya, dia menyampaikan aturan rencara induk berupa analisis strategis, visi kota cerdas dan sasarannya. Selanjutnya strategi pengembangan enam pilar kota cerdas, rencana aksi, langkah-langkah persiapan dan peta jalan, serta percepatan program yang dilakukan.

Dia mengemukakan, enam sasaran untuk menuju kota cerdas, yaitu smart goverment(pemerintah), smart branding (membangun komunikasi), smart economy (ekonomi), smart living (kehidupan), smart society (masyarakat), dan smart environment (lingkungan hidup). Dalam smart government, Nugroho menekankan, perlu ada strategi dalam kepemerintahan di semua bidang, serta melengkapi infrastruktur tata kelola birokrasi dan pelayanan publik.

Di samping itu, juga mengembangkan dan mengintegrasikan aplikasi tata kelola birokrasi dan pelayanan publik dan meningkatkan kualitas partisipasi publik. Sementara itu, smart branding adalah sektor pariwisata diharapkan akan mengembangkan ekosistem investasi dan pariwisata yang mudah dan efektif. Lalu sosial meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan dan sosial.

Pada smart society perlu peningkatan kualitas penanganan bencana alam dan meningkatkan aksesebilitas dan mobilitas bagi orang, barang dan jasa. Lalu dalam bidang ekonomi mengembangkan ekosistem ekonomi yang berbasis digital, dan menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha. (K40-38)


Baca Juga
Loading...
Komentar