Rekanan Pasar Bojong Terancam Di-blacklist

SM/ Dwi Putro GD : PASAR BOJONG : Bangunan proyek Pasar Bojong, Kabupaten Tegal diprediksi tidak selesai dikerjakan pada tahun ini. (38)
SM/ Dwi Putro GD : PASAR BOJONG : Bangunan proyek Pasar Bojong, Kabupaten Tegal diprediksi tidak selesai dikerjakan pada tahun ini. (38)

SLAWI -Pembangunan Pasar Bojong, Kabupaten Tegal yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal 2018, terancam tidak rampung. Hingga kini, pembangunan pasar itu belum sampai 85%. Penyedia jasa atau rekanan pun terancam di-blacklist.

’’Tahun Anggaran 2018 ini hanya menyisakan 14 hari lagi. Sementara itu, pekerjaan Pasar Bojong belum ada 85%,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Assyairozi, kemarin.

Firdaus mengemukakan, memang kerap mendapat aduan dari para pedagang Pasar Bojong ihwal pembangunan yang tak kunjung selesai. Mereka saat ini berjualan di tempat relokasi yang kumuh dan becek. Para pedagang berharap agar pembangunan Pasar Bojong bisa selesai.

’’Kalau (pekerjannya) tidak tepat waktu, di-blacklist saja,’’ tandas Ketua DPRD Kabupaten Tegal A Firdaus Assyairozi.

Yus Purwanti (40), pedagang di Pasar Bojong, membenarkan jika kondisi para pedagang di tempat relokasi yang berada di belakang kantor Koramil Bojong itu sangat memprihatinkan. Selain becek di tempat relokasi itu juga bau, sehingga pembeli enggan masuk ke tempat tersebut. ’’Pendapatan kami turun lebih dari 50%,’’ucapnya.

Terkendala Hujan

Sementara itu, Yanto, salah seorang tokoh masyarakat Bojong, memprediksikan pembangunan Pasar Bojong tidak akan selesai pada tahun ini. Karena progres pekerjaan baru memasuki sekitar 70%. Adapun pembangunan itu kerap terkendala dengan cuaca hujan. Hampir setiap hari, di wilayah Bojong diguyur hujan, sehingga pembangunan tersendat. ’’Pekerjanya juga sering ganti-ganti. Termasuk mandornya. Jadi pekerjaannya lamban,’’ungkapnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan papan proyek yang dipasang di depan bangunan Pasar Bojong tertera anggaran nilai kontrak pekerjaan itu Rp 12.620.249.000. Waktu pelaksanaannya 150 hari terhitung sejak 19 Juli 2018 hingga 15 Desember 2018. ’’Padahal ini sudah melebihi 15 Desember,’’ pungkasnya. (H64-38)