Disalurkan KUR Khusus Pengering Padi

MALANG - Pemerintah memberikan kemudahan akses pembiayaan sekaligus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menyerahkan KUR Pengering Padi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kemarin.

Pemerintah memberikan perhatian terhadap pembiayaan pengering padi karena keminiman jumlah alat pengering yang dimiliki oleh penggilingan skala kecil. ”KUR pengering sangat penting karena penggunaan pengering dapat mengontrol tingkat kekeringan padi dan mempertahankan kualitas hasil. Dengan begitu, beras yang dihasilkan memiliki kualitas tidak hanya medium, tetapi juga premium,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Dalam proses produksi padi, proses pengeringan menjadi proses yang cukup penting untuk menghasilkan beras yang berkualitas dan layak dikonsumsi masyarakat. Secara statistik, dari total 182.000 penggilingan padi di Indonesia, sekitar 94% atau 172.000 penggillingan padi dikategorikan sebagai penggilingan skala kecil. Sedangkan, sisanya merupakan penggilingan besar dan penggilingan sedang. Di sisi lain, penggilingan padi kecil memiliki persoalan saat panen, karena 95% tidak memiliki pengering sehingga tidak dapat menjaga kualitas beras.

Hal itu menyebabkan petani menyimpan gabah dalam keadaan masih kurang kering dengan kisaran kadar air 17%-18%. Pengering diperlukan untuk meningkatkan skala produksi sektor pertanian. ”Di Jatim, pengering penting karena Maret- April 63% pasokan padi memiliki kandungan air tinggi, antara 18% dan 19%. Tapi, padi yang bisa diproses penggilingan hanya 45%, sehingga produksi beras kurang. Dengan begitu, keputusan Presiden dan Menko Perekonomian sangat tepat,” tegas Gubernur Jatim Soekarwo.

Perbaikan

Penyaluran KUR pengering menggunakan skema pembiayaan KUR kecil dengan plafon di atas Rp 25 juta sampai Rp 500 juta. Fasilitas itu dapat digunakan untuk membiayai pembelian pengering buatan dalam negeri, khususnya pengering tidur dengan harga Rp 141 juta atau pengering tegak Rp 425 juta, ditambah alat-alat penunjang berupa pengayakan dan bangunan.

Darmin mengatakan program KUR terus mengalami perbaikan. Adapun fokus ke KUR petani menjadi salah satu hasil evaluasi atas penyaluran KUR ke sektor produktif, salah satunya pertanian. Program KUR kali ini menggunakan sistem kartu agar bisa diketahui akuntabilitas pinjaman dan kegiatan debitor terekam jelas. Di Malang, Darmin Nasution menyerahkan KUR pengadaan pengering kepada 20 debitor senilai Rp 5,02 miliar melalui tiga penyalur KUR, yakni Bank BNI, BRI, dan Mandiri. Selain itu, Menko Perekonomian menanam padi secara simbolis sebagai tanda masa tanam bersama Soekarwo.

Program KUR telah mengalami perubahan dari sisi regulasi dan skema untuk mempermudah akses. Salah satu perubahan yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung penyaluran KUR adalah penurunan suku bunga. Pada 2015-2016, suku bunga ditetapkan 12%. Lalu, diturunkan ke level satu digit menjadi 9% (2017) dan 7% (2018). Sejak suku bunga diturunkan menjadi 7% mulai 1 Januari 2018 hingga 30 November 2018 penyaluran KUR mencapai Rp 117 trilun kepada 4.396.242 debitor. Kinerja penyaluran tersebut 95,2% dari target 2018 sebesar Rp 123,8 triliun.

Target penyaluran KUR di sektor produksi juga meningkat dari 42,3% pada Desember 2017 menjadi 45,6% November 2018. Jumlah itu akan terus ditingkatkan hingga penyaluran KUR di sektor produksi mencapai 70% dari total penyaluran.

Pemerintah juga melakukan perubahan sistem informasi program KUR dengan meluncurkan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) pada 2014 untuk memberikan kemudahan pengelolaan basis data debitor usaha mikro dan kecil. (J10-18)