Agar Bertahan, Garaplah Proyek Swasta

SEMARANG - Agar tetap bertahan, pengusaha jasa konstruksi diminta menggarap proyek swasta dan tidak bergantung pada proyek pemerintah. Demikian dikemukakan oleh Plt Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Hanung Triyono saat membuka Rapat pimpinan daerah (Rapimda) DPD Gapeksindo Jateng di Hotel Patra Semarang, kemarin.

”Pengerjaan proyek didahului proses lelang. Persaingan tidak dapat dihindarkan. Mereka yang profesional akan bisa bertahan,” tegas dia.

Ketua DPD Gapeksindo Jateng Thomas Hartono mengharapkan pengusaha jasa konstruksi yang gulung tikar dan ingin bangkit lagi, diberi kemudahan. Misalnya menyangkut iuran kepada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Mereka, lanjut dia, adalah penyedia jasa konstruksi yang tak mampu bertahan di tengah persaingan, namun sekarang mulai akan bangkit lagi.

Di Gapeksindo Jateng, awalnya ada seribuan anggota, tetapi kini tinggal 60 persen atau 600-an yang bertahan. ”Ketika akan bangkit lagi, perusahaan jasa konstruksi terbentur pada tunggakan iuran yang harus dibayarkan. Kami mohon ada keringanan atau pemutihan,” ujar Thomas.

Ketua LPJKD Jateng Danang Atmojo mengungkapkan, pihaknya telah merespon keinginan Gapeksindo dan telah menyampaikan ke LPJK pusat. Rapimda Gapeksindo dihadiri Ketua Umum DPP Gapeksindo Irwan Katiwan dan diikuti 33 DPC se-Jateng.

Diisi dialog dengan pembicara dari Kejati, Ditreskrimsus Polda Jateng, dan perguruan tinggi. ”Kami menghadirkan mereka untuk memberikan materi kepada anggota Gapeksindo tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalan semua proses kegiatan, mulai mengikuti lelang pengadaan sampai pelaksanaan jasa konstruksi, agar anggota Gapeksindo tidak terjerat masalah hukum,” jelas Thomas didampingi Ketua Panitia Yulianus Eko Setiadi. (G4-18)