Dolar AS Kembali ke Rp 14.400

JAKARTA- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus bergerak. Kemarin, kembali ke posisi Rp 14.400-an setelah beberapa hari bertengger di level Rp 14.500-an.

Data Reuters menunjukkan dolar AS ditutup Rp 14.480, sedangkan kurs tengah BI Rp 15.436. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menyebutkan penguatan rupiah sebesar Rp 105 atau 0,71% ditopang pelepasan valuta asing (valas) oleh perbankan yang bersumber dari pasokan valas investor asing dan eksportir. BI, menurut dia, masih akan terus memberikan ruang penguatan terhadap rupiah sesuai dengan mekanisme pasar. ”Kami tetap mewaspadai dampak dinamika global yang cepat berubah terhadap pergerakan kurs rupiah, serta akan mengambil langkah yang diperlukan dengan instrumen campuran yang kami miliki untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah tetap terjaga baik,” tegas Nanang di Gedung BI, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan kepercayaan pasar terhadap rupiah sangat kuat, kemarin; investor asing kembali masuk ke surat berharga negara (SBN) dan saham setelah pasar keuangan global kembali mengalami risk-on, yaitu kembali beralih ke aset aset finansial negara berkembang termasuk Indonesia.

Pasar global mengalami risk on merespon positif dua penggerak utama pasar keuangan global. ”Pertama, respon atas keinginan Presiden Tiongkok untuk membicarakan lanjutan isu dagang, rencana penurunan tarif impor mobil dari AS, serta pembelian soybean (kacang kedelai-Red) kali pertama dari AS sebagai tindak lanjut pertemuan G20,” ungkap dia.

Turunkan Dominasi

Langkah Tiongkok lainnya yang direspon positif pasar, kata dia, adalah penundaan ”Made in China 2025 initiative”, yaitu rencana mendominasi produk hitech pada 2025 serta akan membuka pasarnya bagi perusahaan asing, termasuk dari AS.

Hal tersebut sebagai upaya menurunkan dominasi Tiongkok dalam industri manufaktur, serta lebih terbuka terhadap perusahaan asing. Kedua, ujar Nanang, pasar global juga merespon positif kemenangan PM Inggris yang akhirnya memperoleh dukungan dengan memperoleh 200 suara versus 117 suara dalam kelanjutan mosi tidak percaya oleh Partai Konservatif di parlemen, sekaligus mengamankan posisinya dalam 12 bulan ke depan. ”Meski demikian, pasar melihat tantangan besar meloloskan kesepakatan Brexit di depan parlemen dan Uni Eropa yang terlihat pada jumlah penentangnya di parlemen. bertambah ” papar dia. (bn,dtc-18)