Masih Ada Optimisme Dalam Bisnis dan Investasi

SM/Dini Failasufa : INVESTASI JATENG : Pembenahan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, turut mendorong optimisme peningkatan bisnis dan investasi di Jawa Tengah. (46)
SM/Dini Failasufa : INVESTASI JATENG : Pembenahan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, turut mendorong optimisme peningkatan bisnis dan investasi di Jawa Tengah. (46)

SEMARANG- Situasi perekonomian global yang saat ini masih mengalami tekanan, tidak serta merta memengaruhi seluruh lini dalam aktivitas usaha.

Selalu ada peluang yang bisa diambil dalam setiap hambatan atau kendala yang muncul di setiap kesulitan. Bagaimana pandangan perekonomian dari sisi kebijakan pemerintah dan strategi apa saja yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha?

Berbagai hal untuk menumbuhkan optimisme meraih peluang bisnis dan investasi akan diungkap dalam ”Seminar Prospek Bisnis dan Investasi 2019” yang berlangsung hari ini, Rabu (12/12) pagi di Aston Semarang Hotel & Convention Center, Jalan MT Haryono No 1 Semarang.

Seminar yang digelar oleh Suara Merdeka Network (SMN) tersebut menghadirkan narasumber utama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Tidak sekadar menakar strategi dan kebijakan apa saja yang sudah dilakukan dan ke depan menjadi prioritas, tetapi asupan ”bergizi” dari menteri keuangan terbaik di dunia ini diharapkan bisa menjadi pijakan bagi para pengusaha di Jawa Tengah (Jateng).

Jateng Lebih Cepat

Diharapkan pula, pengusaha tidak perlu saling menunggu karena mereka yang cerdas melihat peluang akan bergerak satu atau dua langkah lebih cepat dibandingkan mereka yang sekadar melihat tanpa berani mengambil risiko. Selain itu, tahun politik 2019 yang sebentar lagi akan tiba, seharusnya tidak menjadi momok yang ditakuti kalangan pengusaha.

Bagaimanapun, pengusaha harus tetap menjalankan bisnisnya dengan optimisme yang jauh lebih baik karena dukungan pemerintah saat ini tak pernah surut. Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra dalam kesempatan itu juga akan menjadi pembicara mengenai proyeksi perekonomian Jateng pada 2019. Yang menggembirakan, pertumbuhan ekonomi Jateng tahun ini bergerak lebih cepat dibandingkan nasional. Banyak faktor-faktor pendukungnya, di antaranya konsumsi rumah tangga yang didorong kenaikan upah minimum kabupaten/ kota (UMK) serta daya beli masyarakat terjaga dengan inflasi yang terkendali.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo dan Ekonom Universitas Diponegoro, Prof FX Sugiyanto turut memberikan pandangan mereka dalam seminar yang akan fokus membahas prospek bisnis dan investasi di Jateng ini.

Poin apa saja yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terkait upaya mendorong investasi yang masuk. Adapun dari akademisi akan membahas tantangan seperti apa dan peluang ke depan di sektorsektor usaha yang berpotensi akan berkembang di Jateng.

Vice President Gojek Indonesia, Delly Nugraha tak ketinggalan bakal sharing terobosan apa saja yang sudah dilakukan perusahaannya hingga berkembang begitu pesat dengan transformasi bisnisnya. Peran Gojek dalam mendorong perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jateng juga patut untuk disimak. Bagaimana transformasi Gojek menjadi trensetter perubahan dan mampu memberikan ruang pendapatan bagi seluruh mitranya diharapkan bisa memberikan pencerahan bagi dunia usaha di Jateng. Tren digitalisasi dan prospek bisnis berbasis online pada 2019 masihkan menjadi primadona dan akan semakin bersinar?

Delly Nugraha bakal memberikan jawabannya kepada publik yang hadir dalam seminar tersebut. Sementara itu, ekonom Faisal Basri yang juga menjadi narasumber akan menyampaikan analisisnya tentang prospek perekonomian nasional dan daerah pada 2019. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono juga turut memberikan pandangan mereka sekaligus membuka seminar.

Diharapkan, seminar menjelang tutup tahun 2018 dan menyongsong 2019 ini bisa membuka mata dan wawasan baru serta membangkitkan optimisme untuk bisa tetap bertahan di tengah situasi yang mungkin dirasakan sejumlah kalangan, terutama para pelaku usaha dinilai ”sulit” atau justru ”menantang”. (J14-46)


Berita Terkait
Loading...
Komentar