KPU Surakarta Tetapkan 421.999 Daftar Pemilih Tetap

SOLO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta melakukan rekapitulasi dan penetapan Penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 sejumlah 421.999. Hasil sebelumnya KPU Surakarta sudah menentukan Daftar Pemlih Tetap untuk wilayah Solo yakni 421.301.

”Sebelumnya memang sudah ada penetapan DPTHP2 pada November lalu, hari ini kami menyempurnakan kembali karena ada penundaan penetapan DPTHP 2 dari KPU RI yang jatuh pada 15 Nvember lalu.

Sehingga masukan dari masyarakat, Bawaslu, dan parpol kami terima hingga 30 hari kedepan,” kata Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi KPU Surakarta Kajad Pamuji Joko Waskito saat ditemui pada Rapat Pleno Terbuka Penyempurnaan DPTHP-2 di The Sunan Hotel Solo , Senin (10/12), Menurutnya, perbaikan data tersebut dilakukan hingga menjelang Pilpres, Pileg, 17 April 2019 mendatang. Sehingga tak menutup kemungkinan penetapan jumlah DPT akan berubah-ubah.

”Data pemilih baru dan perbaikan akan dilakukan secara berkala. Jadi satu bulan sebelum Pilpres dilakukan, penetapan DPT harus selesai. Tentunya kami bekerjasama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan untuk pendataannya,” kata dia. Kajad mengungkapkan terdapat selisih 698 pemilih pada penetapan DPTHP 2 itu.

Angka tersebut terdiri dari pemilih baru dan beberapa pemilih Tak Memenuhi Syarat (TMS) yang telah dilakukan pendataan. ”Jumlah tersebut bisa bertambah, mengingat jumlah warga Solo yang tersebar di luar Solo dan beberapa pemilih baru yang belum terdaftar.

Sehingga kami menyarankan untuk segera mengurus dan mendaftarkan diri ke PPK masing-masing,” kata dia. Kajad menambahkan, dari data yang dimiliki, DP4 dan non DPT, paling banyak terdapat di Kelurahan Mojosongo.

Sehingga pendataan tersebut terus dilakukan hingga batas akhir penetapan DPTsaat Pemilu 2019. ”Mojosongo memiliki jumlah pemilih baru yang paling banyak. Tak menutup kemungkinan kelurahan lain akan bertambah jumlah pemilih baru.

Maka dari itu penyempurnaan dan pemeliharaan data pemilih terus kami lakukan,” ungkap Kajad. Jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Solo tidak akan bertambah. KPU menetapkan jumalah TPS sama seperti Pilgub Jawa Tengah 2018, yakni sejumlah 1.732. Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Surakarta, Muhammad Muttaqin mengungkapkan, penyempurnaan data pemilih harus terus diawasi.

Selain itu pemeliharaan DPT juga harus diperhatikan KPU setempat. ”Pengawasan harus terus diperhatikan. Sebenarnya penetapan data pemilih ini kemungkinan akan berubah. Hal itu melihat dari jumlah pemilih yang kian bertambah dan banyak masyarakat berpindah domisili. KPU harus terus menjaga dan memelihara jumlah DPT tersebut,”ungkap Muttaqin. (ihm-21)


Berita Terkait
Loading...
Komentar