Blong, Truk Tronton Tabrak Puluhan Kendaraan

Hukuman Kelalaian Terlalu Ringan

Ada Sanksi bagi Pemilik Muatan

SM/Teguh Inpras, Antara - REM BLONG: Sejumlah petugas bersama warga membantu mengevakuasi kendaraan yang hancur dan terjepit akibat ditabrak truk tronton yang diduga mengalami rem blong di depan RSU Muhammadiyah Siti Aminah, Bumiayu, Senin (10/12).(24).
SM/Teguh Inpras, Antara - REM BLONG: Sejumlah petugas bersama warga membantu mengevakuasi kendaraan yang hancur dan terjepit akibat ditabrak truk tronton yang diduga mengalami rem blong di depan RSU Muhammadiyah Siti Aminah, Bumiayu, Senin (10/12).(24).

BREBES - Kecelakaan maut kembali terjadi di Bumiayu, Brebes. Kemarin, truk tronton B 9370 WYT bermuatan beras menabrak puluhan kendaraan di jalan raya Jatisawit, sekitar pukul 11.45.

Empat orang tewas dalam insiden tersebut, sementara tujuh lainnya lukaluka. Kejadian itu mengingatkan kembali pada kecelakaan Mei 2018 di daerah tersebut. Saat itu, tronton bermuatan gula pasir mengalami rem blong dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Warga meminta pemerintah segera melakukan langkah konkret yakni segera mewujudkan tanggul penyelamat rem blong yang layak.

Selain itu, penegakan aturan soal tonase kendaraan juga mengemuka. Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan kegagalan mengendalikan laju truk bisa terjadi akibat pengemudi kurang terampil. Apalagi jika muatannya memang berlebih.

Dia melanjutkan, sopir truk seharusnya mempunyai kemahiran khusus karena truk dengan mobil biasa itu berbeda cara mengendalikannya. Djoko menegaskan, penindakan terhadap kecelakaan yang disebabkan truk bermuatan lebih atau dengan kondisi tidak laik jalan, hendaknya tidak dibebankan pada sopir saja. Pemilik barang muatan harus juga terkena sanksi hukuman karena membiarkan hal itu terjadi.

Mengingat, sosialisasi sudah sering disampaikan kepada pemilik barang oleh dinas terkait. ”Pemilik barang seringkali tidak dapat dijerat hukuman karena sopir selalu ‘pasang badan.’ Akibatnya, pemilik barang tidak bisa dijerat secara hukum karena tidak bisa dibuktikan. Mereka selalu bungkam atau tidak mau menyebutkan siapa pemilik barangnya,” ujar dia. Selain itu, dia menyebut, hukuman akibat kelalaian dalam kecelakaan lalu lintas tergolong ringan yakni hanya hukuman kurungan selama tiga minggu.

Djoko bahkan mengaku geram dengan kejadian seperti ini yang selalu berulang. ”Coba kalau keluarga kita yang kena, seperti apa rasanya. Maka harus ada upaya untuk memberikan hukuman kepada pemilik barang.

Untuk memberikan efek jera. Saya bahkan turut mendukung pemblokiran jalan oleh warga sekitar, agar semua truk bermuatan tidak boleh lewat kota. E-Tilang harusnya diterapkan untuk itu. Apalagi Bumiayu telah memiliki jalur lingkar,” tambahnya. Terkait uji KIR, Djoko menyatakan, hanya ada pada Dishub tingkatan pemerintah daerah.

Sementara fungsi jembatan timbang sebenarnya saat ini sudah cukup ketat. Namun entah kenapa kejadian di Bumiayu, truk tersebut bisa lolos. ”Kemungkinan karena semua truk bermuatan tidak selalu masuk jembatan timbang. Antrean seringkali panjang sehingga mereka kemudian tidak berhenti dulu di jembatan timbang,” sebut dia.

Menurut Djoko, sebenarnya telah ada wacana agar jembatan timbang dialihkan penganggarannya ke pusat. Dengan begitu diharap kapasitas daya tampung lebih besar dan perbaikan pelayanan di jembatan timbang supaya menjadi maksimal. Sayangnya rencana itu belum disetujui.

Alami Gangguan

Sementara itu, sopir truk Wasroni (35) mengatakan, muatan beras diangkut dari Sragen hendak dikirim ke Cipinang, Jakarta Timur. Menurutnya, truk yang dikemudikannya mengalami gangguan saat melaju di turunan flyover Kretek. ”Di turunan flyover saya nggak bisa oper gigi.

Nggak bisa diapa-apain,” kata sopir asal Margasari, Tegal itu. Kasatlantas Polres Brebes AKP M Rikha Zulkarnain mengatakan kecelakaan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

”Dua meninggal di tempat kejadian perkara dan dua lainnya meninggal di rumah sakit,” kata dia. Sementara dari 7 korban luka, Kasatlantas menambahkan, tiga di antaranya dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto.

Menurut Kasatlantas, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk memeriksa kelaikan kendaraan. Berdasar keterangan yang dihimpun Suara Merdeka, sejumlah saksi mata mengaku melihat truk tersebut melaju kencang di ruas Pagojengan arah Bumiayu.

Sesampai di simpang tiga lingkar Bumiayu kawasan terminal lama, truk terus melaju ke arah kota. Di kawasan Brug Bodol Jatisawit, truk menyeruduk sepeda motor dan minibus yang ada di depannya. Benturan itu tak membuat laju truk berhenti.

Truk terus melaju hingga menabrak mobil box dan pikap di jalan raya Jatisawit. Lalu truk oleng ke kiri dan langsung menggilas deretan kendaraan yang parkir di depan RSU Muhammadiyah Siti Aminah sebelum akhirnya berhenti. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan kepada para korban.

”Ngeri waktu menabrak banyak orang sedang duduk-duduk di parkiran rumah sakit,” kata Dodo, warga Jatisawit, salah satu saksi mata. Korban tewas yaitu Siti Halimah (32) warga Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Irfan Ardianto (23) warga Krajan Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Katam (56) warga Taraban, Kecamatan Paguyangan dan Pringgono Seno (46) Sokaraja, Banyumas. Kecelakaan itu juga mengakibatkan 14 kendaraan roda empat dan 18 sepeda motor ringsek.(H51,ary-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar