Peringatan Hari HAM Internasional

Dari Pameran hingga Pasar Tiban

SM/Adhitia Armitrianto - HARI HAM: Suasana peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang diadakan elemen masyarakat sipil Jawa Tengah di depan kantor Gubernur, kemarin. (24)
SM/Adhitia Armitrianto - HARI HAM: Suasana peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang diadakan elemen masyarakat sipil Jawa Tengah di depan kantor Gubernur, kemarin. (24)

Beberapa elemen masyarakat sipil di Jawa Tengah, terutama di Kota Semarang, menggelar acara untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Kegiatan tersebut digelar mulai awal bulan ini dalam berbagai bentuk di berbagai tempat.

SALAH satu joglo di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) diubah menyerupai ruang galeri. Tempat itu menjadi ruang pamer beberapa karya milik perupa dari Kota Semarang. Mereka yakni Muji Konde dan Ikka Ilalang serta kelompok Mangga Pisang Jambu Project (MPJP) dan Metrobolitan.

Selain itu, juga ada poster-poster karya @nobodycorp. Karya-karya tersebut mengusung persoalan HAM yang terjadi di negeri ini. Konde misalnya, menampilkan karya drawing yang menggambarkan peliknya persoalan petrus (penembak misterius). Kasus yang terjadi pada sekitar tahun 1980-an itu hingga kini tidak jelas penanganannya.

Padahal, banyak nyawa melayang. Sementara MPJP dan Metrobolitan mengungkap peristiwa yang terjadi di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Puluhan warga di kampung yang dihuni banyak nelayan tersebut terancam digusur oleh proyek normalisasi Banjirkanal Timur. Metrobolitan yang digawangi Nugroho DS, Leonardo ABP, Aristya Kuver, dan Dini mengusung karya fotografi dan mix media untuk memaparkan kondisi yang terjadi di sana. Sementara MPJP menampilkan video art yang ditayangkan pada sebuah televisi LED.

Pameran yang digelar 1-10 Desember tersebut menjadi pembuka acara Peringatan Hari HAM Internasional 2018 yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli HAM Jawa Tengah. Nico Wauran dari LBH Semarang mengungkapkan, jaringan tersebut terdiri atas berbagai elemen yang telah bertemu dan bersepakat untuk bersama-sama menggelar acara.

”Selain pameran, ada diskusi, pemutaran film, serta mimbar bebas. Juga ada pasar tiban yang diadakan Sabtu (8/12) lalu di Tambakrejo,” terangnya seraya mengingat serangkaian acara yang telah digelar selama kurang lebih sepekan lalu.

Pasar Tiban? Ya, barangkali ini agenda yang ”tak lazim” terlebih digelar di daerah yang tengah konflik. Namun, acara yang digelar dari pagi hingga menjelang malam tersebut ternyata justru mendapat apresiasi yang tinggi.

Pasar Tiban Tambakrejo dikhususkan untuk menjual potensi kampung tersebut. Ibu-ibu di sana menjajakan aneka masakan berbasis ikan, hasil tangkapan suami atau masyarakat sekitar.

Sementara itu para nelayan pemilik perahu membuka jasa wisata air dari kampung menuju muara pergi pulang. Selain itu juga ada lomba menangkap ikan serta panggung hiburan. Suasana meriah tercipta. Terlebih ketika anak-anak tampil di atas panggung untuk menari.

”Acara ini menyatukan kami (warga) kembali. Kami sadar, potensi yang kami miliki hanya satu-satunya harapan. Selanjutnya kami berharap pemerintah mau membuka mata dan hati sehingga tak bertindak semena-mena dengan menggusur kampung tempat kami tinggal,” harap Rohmadi, salah seorang sesepuh kampung tersebut.

Para warga tersebut juga berharap forum mediasi yang akan digelar Komnas HAM dalam waktu dekat bisa menyelamatkan mereka. Puncak acara dari rangkaian Peringatan Hari HAM Internasional 2018 digelar di Gubernuran, kemarin. Puluhan aktivis, mahasiswa, dan juga masyarakat korban memenuhi area di depan pintu gerbang kantor Gubernur dan DPRD Jateng.

Sembari mengacungkan kepalan tangan, mereka bersama-sama menyuarakan keprihatinan terkait masih banyaknya kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan dan potensi yang bisa terjadi. ”Tegakkan HAM di Indonesia,” teriak mereka. Tak lama berselang, mendung datang memayungi diiringi suara guntur. Tapi hujan tak kunjung datang.(Adhitia Armitrianto-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar