POM Sita 17.242 Kosmetik Ilegal

SM/Dian Aprilianingrum - RAZIA KOSMETIK ILEGAL : Sejumlah Kosmetik tanpa izin edar hasil razia Kantor Pengawas Obat dan Makanan Banyumas, bersama Dinkes dan Disperindagkop se-Karesidenan Banyumas digelar oleh petugas di Kantor POM Banyumas, Senin (10/12).(20)
SM/Dian Aprilianingrum - RAZIA KOSMETIK ILEGAL : Sejumlah Kosmetik tanpa izin edar hasil razia Kantor Pengawas Obat dan Makanan Banyumas, bersama Dinkes dan Disperindagkop se-Karesidenan Banyumas digelar oleh petugas di Kantor POM Banyumas, Senin (10/12).(20)

PURWOKETO- Petugas Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas menyita sedikitnya 17.242 buah kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya dari berbagai merk di wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.

Kepala Kantor POM Banyumas, Suliyanto, mengatakan kosmetik ilegal itu disita dari toko-toko dan jual beli online saat razia gabungan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) di empat kabupaten serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Kami melakukan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya sejak 26 November sampai 7 Desember. Kami mengamankan 17.242 buah kosmetik ilegal dengan nilai sekitar Rp 251.929.000," katanya saat pers rilis di Kantor POM Banyumas di Purwokerto, kemarin.

Dia mengatakan jenis kosmetik yang disita antara lain berupa paket perawatan kulit, masker wajah, masker mata, lipstik, pensil alis dan berbagai macam produk skin care.

Barang-barang itu merupakan produksi lokal dan import. "Barang-barang yang kami sita mengadung bahan berbahaya seperti rhodamin dan sebagainya, semua tidak dilengkapi izin edar. Bahan- bahan tersebut berbahaya bagi tubuh, meskipun dipakai di luar. Beberapa (kosmetik hasil sitaan) kami ujikan, tapi belum ada hasilnya," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan akan memanggil para distributor dan penjual barang-barang itu. Pemilik barang diancam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2011 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

"Untuk sementara pelaku usaha akan kami panggil dan kami lakukan pembinaan. Selanjutnya barang-barang yang telah disita ini akan kami musnahkan. Kami mengimbau kepada pelaku usaha untuk mentaati peraturan perundangundangan yang berlaku," ujar dia.

Untuk menekan peredaran kosmetik ilegal, pihaknya akan menggelar operasi secara rutin. Masyarakat juga diminta untuk cerdas dan proaktif serta lebih protektif dalam memilih kosmetik yang dibeli, terutama pembelian kosmetika melalui online. (fz-20)


Baca Juga
Loading...
Komentar