Menanti Pasar Khusus Durian Unggul

SM/Muhammad Arif Prayoga  -  TINJAU KEBUN : Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo, saat berada di salah satu desa sentra pemberdayaan tani durian di Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. (23)
SM/Muhammad Arif Prayoga - TINJAU KEBUN : Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo, saat berada di salah satu desa sentra pemberdayaan tani durian di Desa Karanganyar, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. (23)

Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Tengah (Jateng) belum lama ini memberikan sertifikat unggul untuk 11 varietas durian dari Jawa Tengah.

Mantan Kepala BPSB Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Eko Partono, menyebutkan, ke-11 varietas itu adalah Durian Petruk dan Durian Tarmin (Jepara), Durian Sunan (Boyolali), Durian Simemang (Banjarnegara), Durian Kumbokarno (Kendal), Durian Kholil (Kota Semarang), Durian Kromo (Banyumas) serta Durian Teji, Durian Lawkra, Durian Sukun dan Durian Matesih dari Karanganyar.

Namun sayang keberadaan buah durian lokal varietas unggul tersebut belum begitu dikenal di kalangan masyarakat. Pasalnya, pemasaran buah lokal tersebut dianggap masih belum maksimal. Terlebih lagi, impor buah durian luar terus berdatangan tanpa dibatasi.

Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo, mengatakan para petani durian maupun buahbuahan varietas unggul lain akan sangat terbantu jika pemerintah bersedia menyediakan tempat khusus untuk memperkenalkan potensi buah varietas unggul dalam negeri tersebut. Dia berharap buah-buahan lokal jenis unggul ini bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Ia masih menunggu dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan pasar khusus buah tersebut. ”Keberadaan pasar khusus seperti ‘Fruit Orchard (FO)’ di Singapura sangat diperlukan.

Buah-buah varietas unggul, seperti durian, akan lebih dikenal secara maksimal baik potensi maupun kualitasnya. Buah-buahan ini diharapkan mampu membendung buah-buahan impor yang membanjiri pasaran di Indonesia,” papar dia.

Di Jateng, ada tiga durian varietas unggul yang mampu menembus pasaran nasional yaitu Durian Bawor (Banyumas), Durian Kholil (Kota Semarang), dan Durian Petruk (Jepara). Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan penanaman varietas durian unggul nasional lain seperti Durian Manokwari (Papua) dan Simpang Tembaga (Babel).

Ciri Khas

”Saat ini, secara kualitas durian varietas unggul dari Jateng dan Jabar masih menempati urutan teratas di tingkat nasional. Durian unggulan Jateng dihasilkan dari Desa Sentra Pemberdayaan di Boyolali dan Pekalongan,” kata dia. Pratomo menyatakan, pihaknya berani membandingkan buah durian varietas unggul lokal dengan impor.

Menurutnya, kualitas unggul lokal masih lebih baik karena memiliki ciri khas rasa manis-pahit. Sementara durian impor hanya mampu memiliki rasa manis saja.

Yayasan Obor Tani saat ini sudah memiliki 10 desa sentra pemberdayaan tani durian. Masing- masing desa sentra mampu panen hingga mencapai luas 20 hektare. ”Selain keunggulan rasa manispahit, durian lokal juga murni proses pematangannya.

Berbeda dengan durian impoir yang tidak jarang harus disemprot dengan ekstrak cair agar buah berasa manis. Ini karena buah tersebut harus didatangkan dalam kondisi 70-80 persen, agar tiba di Indonesia telah matang,” imbuh dia. (Muhammad Arif Prayoga-23)


Berita Terkait
Loading...
Komentar