Taat Beragama Itu Keren

SM/Dok : PERHATIKAN MATERI : Jamaah Hijabers Mom Community (HMC) Solo Raya memperhatikan materi kajian yang disampaikan ustadzah di salah satu masjid di Solo, baru-baru ini. (51)
SM/Dok : PERHATIKAN MATERI : Jamaah Hijabers Mom Community (HMC) Solo Raya memperhatikan materi kajian yang disampaikan ustadzah di salah satu masjid di Solo, baru-baru ini. (51)

ADAB dan akhlak adalah salah satu bagian pokok/dasar bagi seorang muslim dalam menjalankan tugasnya sebagai duta Islam. Dimulai dari kesadaran akan kewajiban belajar mengenai Islam, akhirnya tahu, kemudian paham, menjadi perilaku, dan terbentuklah kebiasaan. Hijabers Mom Community (HMC) merupakan komunitas muslimah berskala nasional yang tersebar di 25 cabang (kota) yang diikuti mommies(sebutan untuk para ibu HMC-Red) yang sudah menikah maupun muslimah yang belum menikah dengan usia minimal 25 tahun. HMC Solo Raya diresmikan pada 19 November 2013. ”HMC terbentuk pada 2011 di Jakarta, setelah itu mulai meluas ke segala penjuru Indonesia hingga ke Solo Raya.

Sesuai visi misinya, komunitas ini memiliki tujuan secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, saling mengingatkan sesama muslimah untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah dan secara horizontal bisa bermanfaat sebaik-baiknya di tengah masyarakat,” ujar Ketua HMC Solo Raya Nuraini Azizah atau yang biasa dipanggil Reni, Kamis (6/12).

Menurutnya, seorang muslimah harus mampu menjadi duta dari Islam di kehidupan sehari-hari, dalam lingkungan mana pun. ”Awal HMC terbentuk, kami membuat semacam campaign untuk muslimah agar berani taat kepada aturan Allah mengenai kewajiban menutup aurat, yaitu dengan berhijab. Dari campaign tersebut, banyak acara yang kami buat, seperti tutorial mengenakan hijab, fashion show pakaian muslim, yang bertujuan untuk menarik perhatian dari muslimah, bahwa dengan berhijab tidak akan jadi kendala dalam melakukan aktivitas apa pun,” ujar Reni.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, banyak muslimah yang paham mengenai kewajiban menutup aurat. Selain itu, ustadz-ustadz muda yang ilmunya luas muncul di kalangan milenial, sehingga model komunikasi dakwah lebih fresh, menggunakan media dakwah yang juga bersahabat dengan kaum milenial. ”Tugas kami di komite HMC saat ini, memfasilitasi ulama-ulama, guru-guru agar bisa menyebarkan ilmu ke masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Membuat Gerakan

Ditambahkan, sejak September 2018, HMC berkolaborasi dengan beberapa majelis taklim se-Solo Raya, membentuk satu gerakan, yaitu Dakwah Berjamaah Solo Raya. Tujuannya agar dakwah yang dilakukan tersebar secara luas, terorganisir, terstruktur, serta mempererat ukhuwah di antara muslimah se-Solo Raya. Selain berkolaborasi, di kalangan komite, pihaknya berkomitmen untuk menjadi Duta Muslimah yang baik, di lingkungan mana pun, meski masih jauh dari kata baik.

Pertemuan dan sharing bersama tetap dilakukan untuk menuju komitmen tersebut. ”Harapan kami di HMC serta kolaborasi di Dakwah Berjamaah ingin menjadikan muslimah di Solo Raya, memiliki mindset bahwa taat kepada Allah itu keren. Jika keren pasti dikejar, dicari serta diburu,” ujar dia. Reni mengajak masyarakat, terkhusus muslimah, untuk bergabung menjadi bagian keluarga besar HMC dengan mengikuti kajian rutin HMC Solo Raya, yang dilaksanakan sebulan sekali, setiap Rabu pagi, pada pekan kedua. Isi kajian beragam, mulai dari pembahasan fiqih, akidah, dan pembahasan kitab-kitab Islami. (Muhammad Ilham Baktora-51)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar