Eksekusi Lahan di Kentingan Baru Ricuh

SM/Yoma Times Suryadi : AMANKAN WARGA: Polisi mengamankan warga yang menghalangi proses eksekusi lahan di Kentingan Baru, Solo, Kamis (6/12). (51)
SM/Yoma Times Suryadi : AMANKAN WARGA: Polisi mengamankan warga yang menghalangi proses eksekusi lahan di Kentingan Baru, Solo, Kamis (6/12). (51)

SOLO - Eksekusi lahan di Kentingan Baru, Jebres, Kamis (6/12), berlangsung ricuh. Sejumlah keluarga yang belum menerima ganti rugi enggan keluar dari rumah yang telah mereka tempati cukup lama.

Adapun dari 115 keluarga yang masih menghuni di Kentingan Baru, sejumlah rumah huniannya dapat dibongkar menggunakan alat berat, bego.

Ratusan petugas yang mengamankan jalannya eksekusi sempat dihalang-halangi warga. Kericuhan pun tidak terelakkan. Sejumlah warga yang ngotot menghalangi jalannya eksekusi sempat diamankan petugas. Beberapa yang diduga memprovokasi warga lainnya diamankan. ”Ada tiga orang yang telah diamankan dan dibawa ke Polsek Jebres untuk dimintai keterangan,” tegas Wakapolresta Surakarta AKBPAndy Rifai yang turut mengamankan jalannya eksekusi pengosongan lahan.

Sebelum kedatangan sekitar 400 personel, baik dari kepolisian, Satpol PPmaupun TNI, warga sejak Kamis (6/12) pagi, berupaya menghalau kedatangan petugas. Selain membakar ban di depan Gapura Kampung Kentingan Baru, warga juga menutup gang kampung menggunakan bambu dan kayu yang dibentangkan di pintu masuk gang. Namun ratusan petugas Polresta Surakarta, Satpol PP, dan massa yang membantu jalannya eksekusi dapat memasuki lahan hunian melalui gapura ujung paling selatan. Kedatangan petugas tersebut disambut oleh ratusan warga yang menghuni di Kentingan Baru.

Tanpa Pemberitahuan

Warga Kentingan Baru, Galih (25), menolak untuk pindah dari rumahnya yang telah ditempati sejak 2000, alasannya pelaksanaan eksekusi tanpa ada pemberitahuan lebih dahulu. Begitu pula penghuni lainnya, Fajar Lestari (38), meminta aparat membatalkan eksekusi karena tanahnya masih sengketa di pengadilan. ”Saya bersama puluhan penghuni lahan tetap akan bertahan untuk menempati tanah ini,” urainya.

Adapun kuasa hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindita Setyo Mukti, menegaskan, hari ini petugas melaksanakan eksekusi lahan seluas 15.000 m2.

Pemilik lahan, lanjut dia, sudah memberikan peringatan kepada para penghuni yang tidak memiliki hak untuk pindah. ”Namun sampai batas waktu yang ditentukan tetap bertahan, maka eksekusi pengosongan mulai dilakukan hari ini,” tandas pengacara yang tergabung di Peradi Kota Surakarta tersebut saat ditemui di lokasi kejadian. (G11-51)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar