Mantan Bupati Sragen Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi Kasda

SM/Anindito : Agus Fatchur Rahman
SM/Anindito : Agus Fatchur Rahman

SRAGEN - Teka-teki penetapan mantan bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Kasda, akhirnya terjawab sudah.

Bupati Sragen periode 2011-2016 itu ditetapkan Kejaksaan Negeri Sragen sebagai tersangka kasus korupsi dana Kas Daerah (Kasda) Sragen. Agus FR dianggap menikmati dana Rp 604,6 juta. Kajari Sragen Muh Sumartono mengungkapkan, penetapan Agus FR sebagai tersangka kasus korupsi Kasda, setelah penyidik Kejari melakukan gelar perkara di Kejari, Selasa (4/12) sore.

”Dari hasil gelar perkara itu, kami yakin sudah memenuhi unsur korupsi dan menetapkan AFR sebagai tersangka,” tutur Muh Sumartono kepada wartawan.

Kajari meyakini Agus FR yang menjabat bupati Sragen periode 2011- 2016 ikut menikmati dana Kasda Rp 604,6 juta. ”Sebelumnya penyidik kejaksaan sudah memeriksa sejumlah saksi,” tambah Kasi Pidsus Kejari Adi Nugroho.

Diperoleh keterangan, dana korupsi Rp 604,6 juta itu bagian dari kasus korupsi dana Kasda total Rp 11,2 miliar yang terjadi pada 2012 itu melibatkan sejumlah pejabat. Dana Kasda Rp 11,2 miliar itu semula dititipkan di BPR Djoko Tingkir dan diterima Surono, selaku direktur. Namun sebagian besar dana Kasda yang dikorupsi itu sudah dikembalikan oleh terpidana (gelombang I dan II) ke kas negara Rp 10,2 miliar. Dari total dana Rp 11,2 miliar, ternyata masih Rp 604,6 juta yang belum balik ke Kasda. Para pejabat yang terbukti mengorupsi dana Kasda sudah dipidana Pengadilan Tipikor dan sudah bebas. Kini Kejari giliran mempersoalkan dana Rp 604,6 juta yang belum kembali ke Kasda.

Lewat Rekening

Dihubungi terpisah, Agus Fatchur Rahman mengatakan, kalau dana Kasda itu sudah dikembalikan ke Kasda melalui rekening 1.010.00595.7 lewat Bank Jateng sebesar Rp 366.500.000. Pengembalian dana itu sesuai keterangan mantan Sekda Kushardjono kalau Agus FR juga nge-bon, sesuai dalam putusan No.78/Pid/Sus.2011.PN Tipikor Semarang, tanggal 14 Maret 2012. Putusan No.79/Pid.Sus/2011 PN Tipikor Semarang, tanggal 19 Maret 2012 dan Putusan No.80/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012. ”Uang pengembalian itu diterima petugas PT Bank Jateng Nurdiyo dan diketahui Joko Budiharjo, kabid Akuntansi dan Pengelolaan Aset DPPKAD Sragen, 16 Februari 2013,” tuturnya.

Agus tidak tahu menahu soal dana yang Rp 604,6 juta. ”Dana yang saya bon dari Kushardjono Rp 366,5 juta dan sudah saya kembalikan disertai bukti,” ungkapnya.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Bambang WPurwanto mengatakan sudah melaporkan status tersangka Ketua DPD Partai Golkar Sragen Agus Fatchur Rahman ke DPD dan DPP Partai Golkar. ”Itu langkah awal yang kami lakukan,” tutur Bambang W Purwanto.

Bambang menduga soal kasus yang menyeret Agus FR jadi tersangka itu bernuansa politis. ”Sebab kasus itu pernah dibuka pada 2012. Kenapa sekarang muncul lagi, padahal jedanya cukup lama,” katanya.(nin-51)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar