Mencecap Wangi Bisnis Sabun Cuci Sepatu

SM/Amelia Hapsari : MEMBERSIHKAN SEPATU : Hero Subiyakto membersihkan sepatu menggunakan sabun khusus hasil racikannya di rumahnya, Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, kemarin.(26)
SM/Amelia Hapsari : MEMBERSIHKAN SEPATU : Hero Subiyakto membersihkan sepatu menggunakan sabun khusus hasil racikannya di rumahnya, Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, kemarin.(26)

MENGHASILKAN produk yang jarang dijumpai di pasaran namun harganya tetap terjangkau adalah kunci yang dipegang Hero Subiyakto dalam menjalankan bisnis. Hingga kemudian, pilihannya jatuh ada usaha pembuatan sabun cuci sepatu. Sejauh yang dia tahu, di Yogyakarta baru ada tiga atau empat orang yang membuka usaha serupa sehingga peluangnya masih terbuka lebar. "Kalau bisnis laundry sepatu sudah cukup menjamur, yang masih jarang adalah industri sabun cucinya. Karena itu, saya coba belajar cara membuatnya," ujar Hero yang membuka usaha di rumahnya Jalan Solo km 7,3 Gang Santan Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Bapak satu anak itu merintis bisnis pembuatan sabun cuci sepatu sejak akhir 2017. Sasarannya terutama para pengkoleksi sepatu. Meski baru sekitar satu tahun berjalan, Hero sudah menikmati keuntungan penjualan produk yang dipasarkan secara daring atau online. Per bulan, dia memproduksi rata-rata 30 liter sabun. Order juga banyak yang datang dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Bali, Kalimantan, dan Jambi. Pembelinya kebanyakan adalah pengusaha laundry sepatu, dan sebagian lainnya datang dari kalangan konsumen perorangan seperti mahasiswa dan pekerja kantoran.

Produk sabun kemasan botol 100 ml dibanderol dengan harga Rp 25 ribu, sedangkan kemasan jerigen ukuran 5 liter dijual seharga Rp 350 ribu. Produk yang dia tawarkan tidak hanya sebatas sabun tapi juga paket lengkap berisi sikat, pewangi, dan lap sepatu.

Hero menuturkan, awal dia berkecimpung di bisnis ini terinspirasi dari istrinya yang terlebih dulu membuka usaha laundry. Ketika itu banyak permintaan dari konsumen untuk membersihkan sepatu namun istrinya merasa tidak sanggup lantaran sukar membersihkan noda pada sepatu. "Saya kemudian tanya ke orang-orang yang buka jasa bersih sepatu. Dari situ baru tahu bahwa ternyata sabun sepatu itu khusus supaya hasilnya lebih bersih, dan tidak merusak bahan. Sejak itu saya berpikir untuk mulai membuat sabun sendiri yang harganya lebih terjangkau," tutur pria 47 tahun yang juga bekerja sebagai desain grafis di sebuah perusahaan makanan cepat saji ini.

Mewujudkan impian itu ternyata tidak semudah menjentikkan jari. Butuh eksperimen selama dua bulan hingga akhirnya dia bisa membuat produk sabun yang berkualitas. Di masa awal uji coba, dia bahkan sempat beberapa kali mengalami kegagalan. Setelah teruji bersih dan aman, barulah dia menjualnya untuk umum.(Amelia Hapsari-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar