Proyek Menoreh Segera Dibangun

Anggaran 1,5 Triliun

SM/Gading Persada : BERI KETERANGAN : Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur (BOB) Bisma Jatmika (kanan) dan Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BOB Sigit Widyanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengembangan wisata Pegunungan Menoreh, Kamis (6/12).(26)
SM/Gading Persada : BERI KETERANGAN : Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur (BOB) Bisma Jatmika (kanan) dan Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BOB Sigit Widyanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengembangan wisata Pegunungan Menoreh, Kamis (6/12).(26)

YOGYAKARTA- Kawasan Candi Borobudur yang terbentang di tiga wilayah kabupaten dan dua provinsi makin menarik kunjungan wisatawan.

Berada dalam pengelolaan Badan Otorita Borobudur (BOB), sebuah destinasi wisata baru akan dibangun di Pegunungan Menoreh yang masuk dalam kawasan candi Buddha yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia tersebut. Tak tanggung-tanggung, kawasan wisata itu ditaksir menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun. "Total anggaran Rp 1,5 triliun. Tersedot paling besar untuk pembangunan infrastruktur ya. Tapi kami sangat terbantu oleh kontribusi Pemerintah Provinsi Jateng dan DIY serta tiga kabupaten seperti Pemkab Magelang, Purworejo dan Kulonprogo yang ikut membantu dalam pembangunan infrastruktur ke lokasi kami nantinya," papar Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB Bisma Jatmika di depan wartawan di kantornya kawasan Kotabaru, Kota Jogja, Kamis (6/12).

Berada di areal hutan pinus Pegunungan Menoreh di wilayah Purworejo seluas 309 hektare, setidaknya anggaran Rp 200 miliar lebih akan tersedot untuk pembangunan infrakstruktur. Bisma menyebut, pembangunan infratuktur terutama di dalam kawasan destinasi wisata tersebut. "Di kawasan itu nanti kami bangun berbagai fasilitas wisata bertaraf internasional, Seperti akomodasi berkonsep glamorous camping, eco resort, fine dinning restaurant dan MICE. Tahap terdekat dengan target sudah mulai beroperasi pada 2019 nanti adalah dibangunnya glamours camping yakni semacam tempa penginapan bertendatenda. Konsep ini sekarang makin diminati wisatawan mancanegara. Nanti akan dibangun 1 lot-nya seluas 3 sampai 4 hektar," tutur dia.

Tradisi Lokal

Bisma tak memungkiri bahwa konsep destinasi wisata yang akan dibangun tersebut nantinya mengadaptasi daerah wisata di Mandalika, Lombok dan Nusa Dua Bali. Meski begitu, dia memastikan bahwa tempat wisata hutan pinus di Pegunungan Menoreh ini nantinya tetap akan berbeda karena lebih mengunggulkan tradisi lokal masyarakat setempat. ìMakanya nanti kami menggandeng desa-desa yang ada di sekitarnya.

Baik desa wisata maupun tidak dimana desa yang belum menjadi desa wisata siapa tahu bisa muncul menjadi desa wisata. Ada 60 persen wisata culture yang dikembangkan nanti,î jelas Bisma.

BOB Dibentuk berdasarkan Perpres No 46/2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata dan Borobudur serta Permen Pariwisata Nomor 10 tahun 2017, Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik BOB Sigit Widyanto memastikan bahwa instansinya berbeda dengan Taman Wisata Candi (TWC) yang juga mengelola Borobudur. "Kalau TWC itu kan mengelola candinya.

Sementara kami kawasan sekitarnya. Kami memiliki dua tugas utama yakni otoritatif sebagai pengelolaan kawasan wisata dan tugas koordinatif dalam tugas berkoordinasi dengan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya, DPN Solo-Sangiran dan sekitarnya serta DPN Semarang- Karimunjawa dan sekitarnya," tandas Sigit. (K15-26)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar