Lima Pompa Air Sringin Segera Diaktifkan

Atasi Banjir di Kaligawe dan Sekitarnya

SM/Fista Novianti : CEK RUMAH POMPA: Wali Kota Hendrar Prihadi mengecek rumah pompa di Kali Sringin dan (atas) tinjau banjir di Kaligawe, Kecamatan Genuk, kemarin. (48)
SM/Fista Novianti : CEK RUMAH POMPA: Wali Kota Hendrar Prihadi mengecek rumah pompa di Kali Sringin dan (atas) tinjau banjir di Kaligawe, Kecamatan Genuk, kemarin. (48)

GENUK - Sejumlah lokasi di Jl Kaligawe masih tergenang hingga kemarin. Terkait hal tersebut, Wali Kota Hendrar Prihadi meminta semua pihak bahu-membahu mengatasi persoalan itu.

Kemarin, Hendi, sapaan Hendrar Prihadi meninjau lokasi. Salah satu lokasi yang menjadi fokus peninjauan, yakni rumah pompa di Kali Sringin, yang hingga saat ini telah mengaktifkan satu pompa penyedot air dengan kapasitas 2.000 liter/detik.

Rencananya, di Rumah Pompa Kali Sringin akan beroperasi lima pompa penyedot air dengan kapasitas total 10.000 liter/detik. “Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kemarin telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sekarang, kami yang komunikasi dengan BBWS. Semuanya sedang bekerja hari ini dan saling mengingatkan,” ucap Hendi, kemarin.

Dia menambahkan, upaya menyedot air di Kaligawe dan sekitarnya, fokus dilakukan melalui muara Kali Sringin. Yaitu dengan mengaktifkan seluruh pompa di Sringin. Rumah pompa di Kali Babon juga akan diisi dengan pompa milik Pemkot Semarang. ‘’Saya berharap, empat pompa lainnya dapat segera difungsikan. Dengan begitu, bila ada hujan deras, seperti beberapa waktu lalu, genangan dapat segera surut,’’ tambah politikus PDIP ini.

Bantuan

Terkait bantuan untuk masyarakat terdampak banjir dan genangan, Hendi menjelaskan, setiap hari rata-rata disediakan 1.000 nasi bungkus. Bantuan dari Pemkot Semarang di wilayah Genuk dikoordinir di Kecamatan Genuk.

Nasi bungkus itu disalurkan kepada masyarakat. ‘’Sejak dua hari lalu, saya juga sudah mengintruksikan kepada pihak Kecamatan Genuk, untuk membuat dapur umum, guna melayani masyarakat,’’ujar Hendi.

Sementara itu, Wakapolrestabes Semarang, AKBPEnrico Silalahi yang ikut bersama Hendi meninjau wilayah genangan di Kaligawe, menyakinkan jika pihaknya terus bersinergi bersama Pemkot Semarang. “Utamakan dulu untuk pompa. Kami bersama dengan Dinas Perhubungan bersinergi untuk memastikan kelancaran lalu lintas,” tutur Enrico. Seperti diketahui, dari 13 kelurahan di Kecamatan Genuk, enam di antaranya terdampak banjir. Keenam wilayah terdampak banjir mulai dari Trimulyo, Terboyo Wetan, Muktiharjo Lor, Gebangsari, Genuksari, Banjardowo. Kondisi paling parah di Kelurahan Trimulyo. Sebelumnya, Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno menjelaskan, proyek normalisasi Kali Sringin ditargetkan selesai pada akhir Desember 2018, sehingga saat ini penanganan banjir belum maksimal, terutama di Kecamatan Genuk Pembangunan Bendung Sringin, berikut instalasi pompa sudah sampai pada tahap penyelesaian. Meski demikian, pihaknya membuat percepatan penanganan agar bisa difungsikan. Kitsdam Kali Sringin, dan pompa-pompa diharapkan bisa menahan rob dan menanggulangi banjir. ‘’Empat pompa lainnya akan segera kami pasang,’’ujar Ruhban. (K14, daz, K18-48)


Berita Terkait
Komentar