Bupati Jepara Sogok Hakim Rp 700 Juta

Jadi Tersangka Kasus Suap Gugatan Praperadilan

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasito sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait putusan praperadilan.

Marzuqi diduga menyogok Lasito dengan uang Rp 700 juta agar mengabulkan gugatan praperadilan yang dia ajukan atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara tahun 2011-2014.

”KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dalam dugaan tindak pidana korupsi, yakni memberikan hadiah atau janji kepada hakim tunggal praperadilan di PN Semarang,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, kemarin.

”Diduga AM (Ahmad Marzuqi) selaku Bupati Jepara memberikan dana Rp 700 juta kepada hakim LAS (Lasito) terkait putusan atas praperadilan tersebut,” imbuhnya. Kasus ini bermula ketika pertengahan 2017 Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menyidik dugaan korupsi bantuan parpol untuk PPPJepara.

Marzuki yang merupakan Ketua DPC PPP Jepara ditetapkan sebagai tersangka. Dia lantas mengajukan permohonan praperadilan ke PN Semarang. ”AM mencoba mendekati hakim tunggal LAS melalui panitera muda di PN Semarang,” jelas Basaria.

Lasito akhirnya mengabulkan permohonan praperadilan itu, serta menyatakan penetapan tersangka tidak sah dan batal demi hukum. Menurut Basaria, uang suap diduga diberikan di rumah Lasito di Solo dalam bungkusan kotak dan tas plastik bandeng presto. Sebanyak Rp 500 juta dalam mata uang rupiah, sedangkan Rp 200 juta berupa dolar AS.

”Uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat,” imbuhnya. Kedua tersangka menggunakan sejumlah sandi, yakni ‘’ujian’’, ‘’disertasi’’, dan ‘’halaman’’. ”Jadi seribu halaman, disertasinya akan diantar pada saat ujian. Kira-kira begitu kata-katanya,” ungkap Basaria. Ahmad Marzuki belum bisa dimintai tanggapan tentang penetapannya sebagai tersangka.

Dia belum bersedia ditemui wartawan. ìBapak (Marzuqi) sedang berduka. Beliau menolak ditemui (pers) dan hanya mau ditemani keluarga dan kerabat dekat saja,î kata seorang petugas jaga di Pendapa Kabupaten Jepara.

Sebelumnya, ruang kerja dan rumah dinas Marzuki digeledah penyidik KPK, Rabu (5/12). Setelah penggeledahan itu, Marzuqi mengaku tak tahu menahu soal status hukumnya di KPK. Ia menyatakan akan tetap melaksanakan tugas dan menghadiri sejumlah acara.

Menyusul kabar penetapan Bupati Jepara sebagai tersangka, banyak tamu berdatangan ke rumah dinas bupati, semalam. Sejumlah mobil dinas ataupun mobil pribadi keluar masuk kompleks pendapa kabupaten. Sementara itu, KPK memeriksa tujuh saksi di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, kemarin.

”Benar, (permintaan) izin (dari KPK) disampaikan kemarin (Rabu). Pemeriksaan dilaksanakan hari ini (Kamis 6/12-Red),” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja. Namun, Agus tidak menjelaskan secara detail pemeriksaan tersebut, termasuk siapa saja yang diperiksa. (K32,K44,adp-19)


Berita Terkait
Komentar