PKL Kokrosono Ditawari Lokasi di Pasar Tanah Mas

SEMARANG TENGAH - Dinas Perdagangan Kota Semarang, memberikan tawaran kepada pedagang kaki lima (PKL), yang semula berjualan di Jl Kokrosono, untuk menempati lahan dasaran di Pasar Tanah Mas.

Tawaran itu disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nur Kholis, kepada para PKL yang datang ke instansi itu, Kamis (6/12). Kedatangan para PKL itu untuk meminta solusi, agar diberi tempat berjualan yang sesuai dengan aturan. Nur Kholis mengatakan Pasar Tanah Mas merupakan satu-satunya lokasi yang masih memungkinkan untuk menampung PKL Kokrosono.

Adapun tempat lain seperti Pasar Surtikanti, ruko-ruko di Pasar Kokrosono, dan Pasar Bulu, sudah ditempati pedagang. ‘’Berdasarkan hasil survei lapangan oleh petugas kami, Pasar Tanah Mas lahan kosongnya mencukupi. PKL Kokrosono masih bisa menempati pasar tersebut.

Walaupun, lokasinya agak jauh dari Jalan Kokrosono. Diharapkan, mereka bisa direlokasi pada Senin (10/12),’’kata dia.

Menurut Nur Kholis, tawaran itu disampaikan setelah para PKLmenyatakan bersedia untuk direlokasi, sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan kembali.

Datangi Dinas

Sebelumnya, ada 54 PKL yang datang ke Dinas Perdagangan. Kedatangan mereka adalah untuk meminta agar Dinas Perdagangan mencarikan tempat baru. Hal itu karena mereka sudah tidak boleh lagi berjulan di trotoar Jl Kokrosono.

Menurut Nur Kholis, keberadaan PKLdi Jl Kokrosono menyalahi aturan, mengganggu pejalan kaki, dan seringkali menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Karena itu mereka tak boleh lagi berjualan di tempat itu. Pemkot akan menertibkan mereka. Walau demikian Pemkot juga akan kelangsungan usaha mereka. ‘’Pemkot berusaha untuk memikirkan PKL Kokrosono, Salah satunya melalui relokasi ke Pasar Tanah Mas. Setelah relokasi, satu minggu hingga sepuluh hari akan ada pemantauan di Jalan Kokrosono agar bersih dari PKL,’’ tambahnya.

Kasi Trantib Semarang Tengah, Wahid Budiono, mengaku pendekatan dan komunikasi telah dijalin dengan PKL Kokrosono. Disepakati, mereka masih boleh berjualan hingga Minggu (9/12). Selanjutnya proses relokasi akan dilakukan pada Senin (10/12). ‘’Dinas Perdagangan nanti yang akan menginventarisasi dan berkoordinasi dengan pedagang. Baik terkait sosialisasi maupun peninjauan pasar yang ditunjuk untuk relokasi,’’papar dia.

PKL di Kokrosono, Dhamas Arifin, menyatakan dia bersama PKL lainnya diminta mencantumkan dan menyerahkan data terkait fotokopi identitas diri serta jenis dagangan. Untuk diserahkan kepada Dinas Perdagangan. Sementara barangbarang PKLyang terjaring razia beberapa waktu lalu, lanjut Dhamas, bisa diambil di Satpol PP Kota Semarang pada Jumat (7/12). ‘’Kami tidak masalah jika akan direlokasi. Hanya saja menginginkan kepastian dari Dinas Perdagangan, akan direlokasi ke mana dan kapan pengundian tempatnya,’’ ungkap dia. (ary-42)


Berita Terkait
Komentar