Mahasiswa Unnes Tampilkan Lakon Kalabendu

GUNUNGPATI - Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan 2016, Rabu (5/2) malam, menampilkan pentas teater dengan mengusung lakon ‘’Kalabendu’’. Pentas tersebut merupakan hari kedua penampilan mereka, setelah sehari sebelumnya menampilkan lakon ‘’Los Bagados de Los Pencos’’. Sutradara Rozana Vatkhi, seusai pentas di Ruang B1 106 FBS Unnes, Rabu (5/12) malam, mengatakan pentas teater tersebut digelar tiga hari berturut- turut, sebagai tugas akhir mahasiswa. Pada hari ketiga, yaitu Kamis (6/12), akan digelar lakon ‘’Amangkurat, Amangkurat’’ karya Goenawan Mohamad. Lanjut dia, lakon ‘’Kalabendu’’karya Giwing Purba ditampilkan oleh tujuh orang.

Para mahasiswa itu, tampil penuh penghayatan pada pementasan yang berdurasi sekitar 60 menit itu. ‘’Kami sempat ganti naskah, sebelum akhirnya sepakat memainkan ‘Kalabendu’. Awalnya kami akan memainkan lakon ‘Makam Dipertuan’ karya Wisran Hadi, tetapi memang ada beberapa faktor yang akhirnya membuat kami sepakat untuk mengganti naskah. Pergantian itu awalnya tanpa sepengetahuan dosen,’’kata Rozana.

Dia menambahkan, pergantian naskah dilakukan karena timnya merasa kurang cocok dengan naskah sebelumnya. Dia menjelaskan, proses reading, bedah naskah, dancasting dilakukan sangat cepat mengingat waktu persiapan yang begitu singkat. Adapun kelompok tersebut beranggotakan Said Sekar Tejoasmoro, sebagai Jung Mangasawuh dan Mbah Dirmoyo, Kresna Adetea sebagai Lampor Kelabang dan Saip Hansip, Billy Jinawi sebagai Lampor Mbiron dan Martoyo, Dalhar Khamim sebagai Lampor Kemuning dan Slamet Tumbu, Alif Khadijah sebagai Sanipah, Krisna Dewi sebagai Kong Ing Tien, dan Rozana Vatkhi sebagai pimpinan payung hitam. ‘’Tidak semua anggota kami ahli berteater, jadi memang prosesnya harus pelan-pelan. Tetapi dalam waktu sangat singkat, ternyata teman-teman mampu menampilkan pertunjukkan yang bisa menghibur penonton,’’ ujar mahasiswi, yang juga akrab disapa Oza itu.

Oza mengatakan proses kreatif dilakukan dengan sepenuh hati, agar dapat memberi penampilan maksimal. ‘’Keren sih, mulai dari setting, properti, dan karakter pemain. Selain itu, improvisasi yang dilakukan para pemain juga menghibur. Tadi sempat ada salah satu pemain yang tidak sengaja celananya robek tapi berhasil membuat improvisasi yang membuat saya tertawa,’’ujar salah satu penonton, Dewi. (res-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar