Fintech Didorong Masuk Kurikulum SMA

Literasi Perencanaan Keuangan Guru

SEMARANG- Financial technology (Fintech) didorong masuk kurikulum SMA. Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, upaya itu bisa diterapkan supaya semakin banyak orang yang tahu Fintech, termasuk siswa SMA. Di Tiongkok, sudah tidak ada pembayaran secara tunai atau cash. Pembayaran memanfaatkan e-money. ”Fintech belum masuk kurikulum, tapi ada baiknya itu diberikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng sudah menyiapkan regulasinya,” kata Direktur SDM dan Umum Bhinneka Life, Rully Safari di sela-sela Literasi Perencanaan Keuangan bagi guru ekonomi SMAdi Jateng.

Pembekalan literasi kerja sama OJK, Bhinneka Life, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Jateng dilaksanakan di SMAKarangturi, Kamis (6/12).

Menurut dia, literasi ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keuangan. Selain Semarang, literasi digelar di lima kota besar lain, yakni Yogyakarta, Bukittinggi, Surabaya, Bandung, dan Kediri. Total, literasi ini melibatkan 300 guru ekonomi. ”Kami ikut mendukung program OJK dengan menyampaikan literasi keuangan kepada para guru,” tandasnya didampingi Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Regional 3 Jateng Martin Moses E Hutabarat.

Martin menegaskan, pentingnya pengelolaan keuangan di era perkembangan zaman yang cepat. Masih sedikit masyarakat memahami mengenai asuransi atau pengelolaan keuangan. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap modus investasi dan jasa pelunasan yang justru jadi ancaman mereka yang ingin berinvestasi. ”Ada koperasi jual investasi emas secara online yang ternyata abal-abal, sudah banyak yang tertipu. Karenanya, kami ingin menyampaikan agar semua berhati-hati terhadap modus ini,” ungkapnya.

Ketua MGMP Ekonomi SMA di Jateng, Ismawanto, menilai literasi perencanaan keuangan ini sangat dibutuhkan. Pengelolaan keuangan secara eksplisit belum masuk kurikulum, tapi dalam praktik sudah dimasukkan. Misalnya, siswa dikenalkan industri jasa keuangan, asuransi, pegadaian, dan perbankan. (J17-31)


Komentar