Karyawan PT Damatex Tuntut Hak

Gaji, BPJS, dan Pesangon Tak Dibayar

SALATIGA-Sebanyak 50 karyawan perusahaan tekstil PTDamatex menagih hak mereka setelah dirumahkan oleh manajemen perusahaan. Terlebih mereka mendapat informasi bila ada 686 karyawan yang telah di-PHK (pemutusan hubungan kerja) oleh perusahaan.

Pada kesempatan itu mereka menuntut haknya, seperti gaji yang belum dibayar beberapa bulan, pelunasan BPJS yang wajib dibayar perusahaan, pesangon, dan sejumlah hak karyawan lainnya.

Hal itu disampaikan koordinator karyawan ter-PHK PT Damatex, Sanyata saat beraudiensi dengan Dinas Tenaga Kerja, kemarin. ‘’Banyak persoalan yang belum selesai terkait nasib kami sebagai karyawan PT Damatex. Kami sudah kerja sangat lama, tetapi pada akhir kerja, kami dibuat tidak menentu seperti ini,’’ kata Sanyata didampingi Sugiarto, karyawan lainnya, kemarin.

Sanyata mengungkapkan, sebenarnya mereka hingga kini tidak mengetahui apakah sudah di- PHK atau belum. Mereka juga belum mendapat keterangan resmi dari manajemen PT Damatex, bahwa telah di-PHK. Kondisi tersebut membuat sebagian besar karyawan bingung dan merasa tidak ada kejelasan. ‘’Kami bingung apa yang harus kami dilakukan. PHK juga tidak secara resmi disampaikan kepada kami. Tapi yang jelas hingga kini kami sudah dirumahkan dan tidak bekerja lagi, tanpa ada kejelasan mendapat hak sebagai seorang karyawan,’’tegasnya.

Untuk itu berbagai cara akan ditempuh karyawan PT Damatex untuk menuntut hak mereka, mulai dari menemui manajemen PT Damatex, mendatangi DPRD Kota Salatiga, serta mendatangi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Saat mengadu ke Dinas Perindustri dan Tenaga Kerja, belum bisa diproses lanjut, karena pengaduan harus melewati proses bipartit minimal dua kali. Setelah itu baru bisa melakukan pengaduan.

Turun Tangan

Sebelumnya, Manajer HRD PT Damatex, Edris Ahmadi mengatakan, total karyawan PT Damatex 1.000 orang. Sebanyak 686 orang dirumahkan, namun dengan hak gaji tidak penuh. Bila tidak ada kejelasan terkait kondisi keuangan PTDamatex, maka akan dilakukan PHK. Sebagian karyawan lainnya tetap dipekerjakan dalam rangka produksi kapas menjadi benang. Diakuinya, produksi kapas menjadi benang masih dibutuhkan pasar lokal. Meski demikian, PT Damatex harus melakukan efisiensi kerja.

Adapun kasus dirumahkannya karyawan PTDamatex kerap terjadi, ketika pasar penjualan kain mengalami kelesuan. Namun kondisi tersebut bisa berbalik normal kembali, ketika pasar ekspor kembali normal. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistio SE, meminta kepada Pemkot Salatiga agar turun tangan membantu mengatasi persoalan karyawan PT Damatex yang dirumahkan. Bantuan bisa dalam bentuk program padat karya, beasiswa kepada anak karyawan, bantuan modal usaha kecil, dan lainnya.

Menurut Teddy, Pemot melalui dinas terkait harus bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi karyawan, termasuk melaksanakan program yang bertujuan membantu para karyawan tersebut.(H2-22)


Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar