Publik Perlu Dikenalkan Konsep Wakaf Tunai

SEMARANG - Fakultas Ekonomi Unissula menyelenggarakan kuliah umum bertajuk ”Waqaf Millenials 2018” dengan menghadirkan narasumber Kepala Produk Syariah dan Proses Bisnis CIMB Niaga Syariah Hotamawaty dan pakar keuangan syariah Bedjo Santoso PhD.

Menurut Hotamawaty, publik butuh dikenalkan tentang inovasi keuangan syariah dengan konsep wakaf tunai. ”Sistem ini menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk saat ini, wakaf tunai dalam bentuk uang lebih memiliki banyak kelebihan.

Sebab, sifatnya sangat produktif dibandingkan dengan wakaf dalam bentuk barang yang tidak bergerak seperti tanah dan gedung,” jelasnya. Sebagai Lembaga Keuangan Syariah, CIMB Niaga Syariah juga meningkatkan peran sebagai mediator antara pemberi zakat (muzaki) dan penerima manfaat (mustahik). Dia juga menjelaskan cara mudah generasi milenial untuk ikut serta dalam mengembangkan wakaf, terutama untuk mewujudkan modal dalam kehidupan akhirat.

Andil

”Kalian sebagai mahasiswa dapat ikut andil mengembangkan wakaf tunai. Telah disediakan aplikasi berbasis didital akan memudahkan nasabah menyalurkan dananya. Selanjutnya hasil pengumpulan wakaf bisa diwujudkan melalui banyak program di kampus seperti fasiltas pendidikan dan lainnya,” jelas dia.

Bedjo Santoso mengemukakan, wakaf saat ini lebih efektif untuk mendorong kegiatan produktif. ”Misalnya juga diarahakan ke banyak sektor riil. Wakaf akan mampu mendorong pergerakan ekonomi. Melalui kegiatan produktif seperti pembangunan infrastruktur masjid, lembaga pendidikan dan sebagainya juga akan terasa manfaatnya untuk umat,”.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor Unissula Prabowo Setiyawan PhD dan Pimpinan Kantor Cabang Syariah CIMB Niaga Semarang Endang Udjiatibayu Satriyo. Sinergi itu berkait dengan upaya menciptakan manfaat di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi karya ilmiah, dan pelayanan perbankan. (H41- 40)


Berita Terkait
Komentar