Murid Bebas Memilih, Guru Dipindah

Sekolah SD yang Kekurangan Siswa

KUDUS - Tutupnya sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus tidak menjadi masalah berarti bagi siswa. Pasalnya, siswa tetap bisa menikmati pendidikan dasar sesuai pilihan. Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi menyampaikan, beberapa sekolah memang tutup karena jumlah siswa terus merosot.

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan kemudian menata agar penutupan tidak menjadi masalah. Caranya, dengan mengatur guru maupun tenaga kependidikan yang masih ada untuk dipindah ke sekolah lain.

”Gurunya dipindah ke sekolah lain yang kekurangan guru. Jadinya, bisa memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah lainnya,” katanya. Untuk siswanya, dia menegaskan diberi kebebasan untuk memilih sekolah baru.

Sehingga tidak benar jika ada informasi yang menyampaikan, siswa digabung ke sekolah lain. Sebelumnya, siswa maupun orang tua diundang untuk diberikan sosialisasi terkait penutupan dan rencana pindah sekolah yang dituju.

”Kami bebaskan semua siswa untuk memilih sekolah baru,” terangnya. Kepala SD 1 Mlati Norowito Sabari mengungkapkan, sejak SD 3 Mlati Norowito dan SD 4 Mlati Norowito ditutup, semua siswa pindah ke SD 1 Mlati Norowito.

Saat itu ada sekitar 100 siswa yang ikut pindah. ”Waktu itu memang saya merupakan pelaksana tugas kepala SD 3 dan 4 Mlati Norowito,” katanya.

Meskipun menjadi kepala sekolah, Sabari mengaku tidak memaksa siswa dari dua SD tersebut pindah ke SD 1 Mlati Norowito. Orang tua siswa dibebaskan memilih sekolah yang diinginkan. Namun, karena jarak dan sistem pembelajaran yang tidak jauh beda, mereka memilih SD yang saat itu juga dipimpinnya.

” Saat itu, SD 1 Mlati Norowito memiliki 108 siswa, kemudian ketambahan sekitar 100 siswa,” tuturnya. Meski hampir separoh siswanya pindahan, namun Sabari memasarkan jika pembelajaran tetap berjalan baik. Siswa pindahan juga langsung bisa menyesuaikan diri. (H76-43)


Berita Terkait
Loading...
Komentar