Pengusaha Tembakau Ditemukan Tewas

SM/Raditia Yoni Ariya  -  DIBAWA PULANG : Jenazah Agung Poernomo (74) alias Oei Kie Hong dibawa ke rumah duka Jalan KS Tubun, setelah diautopsi di RSUD Temanggung, Jumat (23/11). (66)
SM/Raditia Yoni Ariya - DIBAWA PULANG : Jenazah Agung Poernomo (74) alias Oei Kie Hong dibawa ke rumah duka Jalan KS Tubun, setelah diautopsi di RSUD Temanggung, Jumat (23/11). (66)

TEMANGGUNG - Agung Poernomo (74) alias Oei Kie Hong seorang pengusaha tembakau Temanggung ditemukan tewas di salah satu ruangan di rumahnya Jalan KS Tubun nomor 22 Kelurahan Temanggung I, Kota Temanggung. Dia ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan luka di bagian leher tembus ke atas pada bagian kepala, Jumat (23/11).

Jenazah pengusaha tembakau besar yang semasa hidup dikenal ramah dan rendah hati ini kali pertama ditemukan oleh penjaga rumah bernama Saiful Islam (66), sekitar pukul 05.00, saat itu Saiful berniat untuk mematikan lampu di sebuah ruangan rumah korban.

Namun, dia kaget sebab mendapati majikannya telah tertelungkup bersimbah darah. Mengetahui hal tersebut, dia memberitahu anak korban yang bernama Viktor (33) dan asisten rumah tangga bernama Retno Wulaningsih (21).

Senjata Api Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo didampingi Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan anggotanya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasilnya, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa Kie Hong tewas akibat tertembus peluru dari senjata api laras panjang merek Remington kaliber 308 miliknya sendiri.

Dari pendalaman polisi, senjata tersebut legal dan yang bersangkutan memang memiliki hobi berburu dan tergabung dalan Perbakin. ”Tim sudah olah TKP dan menanyai saksi-saksi dan menemukan rekaman CCTV aktivitas korban saat berada dalam kamar dan di situ tidak ada aktivitas orang lain hanya korban sendiri.

Kemudian terlihat korban begitu terkena letusan senjata langsung terjatuh. Tapi yang lagi kami dalami adalah apakah korban sengaja menembak diri atau karena faktor kecelakaan, sebab dari keterangan putranya beliau ini sering utak-utik senjata karena memang sesepuh Perbakin,”ujarnya.

Pengamatan Suara Merdeka pada rekaman CCTVtersebut, terlihat korban tengah berdiri mengotak- atik senjata api sekitar pukul 02.00 dini hari.

Tak lama, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dengan letusan peluru menembus tubuh korban, seketika itu juga tubuh Kie Hong tersungkur sebelum kepalanya sempat membentur bagian kursi yang berada di lokasi dan terjatuh ke lantai dalam posisi tertelungkup.

Asisten rumah tangga korban, Retno menyatakan bahwa pada pukul 02.00 dini hari dia memang sempat mendengar ada suara seperti kaca pecah namun tidak mengecek asal suara tersebut dan melanjutkan tidur.

Namun pada pagi harinya baru gempar setelah diberi tahu majikannya ditemukan sudah tidak bernyawa. Rumah di bilangan Jalan KS Tubun itu memang berukuran sangat besar dan luas dengan banyak ruang-ruang dan gudang bertembok tebal sehingga aktivitas di sisi lain rumah tidak terlihat dari sisi ruangan lain.

Anak korban, Viktor (36) menceritakan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada diri ayahnya sebelum korban ditemukan telah tewas dengan luka tembak, sebab dalam keadaan sehat dan tidak pernah menceritakan sedang memiliki masalah, artinya semuanya baik-baik saja.

Akan tetapi ayahnya memang sudah terbiasa merawat senjata laras panjang koleksi keluarga yang memiliki hobi sama, yakni menembak. Oleh karenanya, pihak keluarga dan kolega mengaku sangat terkejut dengan insiden tragis tersebut.

"Tidak ada tanda-tanda yang aneh-aneh biasa saja sehat-sehat saja. Tapi memang kemarin sore masih ngobrol membersihkan senjata karena memang hobi kita berburu jadi sudah biasa utak atik senjata melakukan penyetelan,''jelasnya. Maka terjadinya kecelakaan ini sangat di luar dugaan.

Artinya kejadian sebenarnya tidak ada yang tahu. Jam 05.00 tadi pagi penjaga membangunkan dan memang sudah terkapar, tertelungkup. Hanya saja malam itu korban keluar masuk ruangan berkali-kali dan anehnya ruangannya tidak dinyalakan. (K41-66)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar