Berkas Ratna Sarumpaet Dilimpahkan ke Kejaksaan

JAKARTA-Tim penyidik Polda Metro Jaya merampungkan berkas perkara tersangka dugaan berita bohong Ratna Sarumpaet. Berkas telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Dalam berkas itu terdapat 32 berita acara pemeriksaan dan 63 lampiran barang bukti. Kabid Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, 32 berita acara pemeriksaan (BAP) yang ada dalam berkas itu merupakan keterangan yang telah disampaikan oleh Ratna sebagai tersangka, saksi- saksi dan sejumlah ahli. "Perlu kita ketahui setelah penyelidikan selama satu bulan lebih, penyidik Polda Metro Jaya sudah menyelesaikan pemberkasan, dalam berkas ini ada 32 BAP tersangka, saksi, dan saksi ahli, dan ada lampiran 63 barang bukti, hari ini akan disearahkan ke kejaksaan tahap pertama," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

Usai berkas diserahkan, kata dia, pihaknya akan menunggu hasil evaluasi dari Kejati DKI Jakarta apakah masih terdapat kekurangan atau tidak. Jika ada kekurangan maka berkas akan dikembalikan ke Polda Metro Jaya untuk dilengkapi. "Nanti kejaksaan akan meneliti kasus ini apakah berkas ini dievaluasi apakah ada petunjuk maupun apakah ada kekurangan baik itu materil dan formil, seandainya itu ada petunjuk nanti akan segera kita penuhi," tuturnya.

Namun, lanjutnya, jika Kejati DKI menilai berkas telah lengkap pihaknya akan menyerahkan barang bukti sekaligus tersangka ke kejaksaan untuk kepentingan pengadilan. "Kalau dinyatakan lengkap oleh penuntut umum segera akan kita serahkan tanggung jawan penyidik untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, hari ini sudah kita komunikasikan dengan kejaksaan hari, ini akan kita kirim berkas tahap pertama," ucapnya.

Ratna ditahan sejak 5 Oktober lalu usai ditetapkan sebagai tersangka penyebaran hoaks soal penganiayaan. Dia dijerat pasal 14 UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 juncto pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sejumlah saksi yang sudah diperiksa kepolisian yakni Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Nanik S Deyang. Kemudian mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal serta dokter bedah plastik Siddik.

Selain itu, kepolisian juga sudah memeriksa kedua anak Ratna, yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina. Dua anak Ratna ini sebelumnya menyatakan kesiapannya untuk jadi jaminan ibunya dalam permohonan untuk jadi tahanan kota. Bersamaan dengan keterangan.

Tahanan Kota

Bersamaan dengan pernyataan rampungnya berkas perkara, Polda Metro Jaya kembali menolak permohonan tahanan kota atas tersangka. Polisi mengatakan, Ratna Sarumpaet tidak mengalami depresi. Penolakan permohonan tahanan kota tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan oleh polisi. Sebelumnya, polisi juga menolak tahanan kota untuk Ratna yang diajukan dengan alasan kesehatan.

Menurut Argo, kewenangan penolakan itu merupakan subjektivitas penyidik. Sebelumnya, tahanan kota itu diajukan karena kondisi Ratna yang disebut pihak keluarga semakin turun. Hal itu disampaikan Atiqah Hasiholan saat menjenguk Ratna di Rutan Polda Metro Jaya, kemarin.

Namun, Argo mengatakan penanganan kesehatan setiap tahanan di rutan akan diberikan. Jika penanganan kesehatan dinilai kurang, kata dia, maka polisi dapat merujuk untuk dilakukan perawatan di rumah sakit. "Kami memiliki dokter, punya poliklinik, punya Biddokkes. Jadi kalo ada keluhan tahanan semua tahanan pun dokter akan memeriksa. Seandainya perawatan kurang pun bisa kita rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramatjati," tuturnya.

Sebelumnya, Atiqah Hasiholan mengaku selama satu tahun terakhir ibunya tengah menjalani pengobatan dengan psikiater. Menurut dia, Ratna depresi selama setahun terakhir. Atas keluhan itu, Argo membantahnya. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, Ratna justru dinyatakan dalam kondisi normal. (cnnind,dtc-64)