Guns N’ Roses Not In This Lifetime Tour

Axl Rose: Anda di Rimba Jakarta

SM/Antara : KONSER GUNS N’ROSES: Band Guns N’Roses beraksi pada konsernya yang bertajuk ”Not In This Lifetime” di Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam. Pada konser tersebut mereka membawakan sejumlah lagu andalannya salah satunya ”Welcome to The Jungle”.(24)
SM/Antara : KONSER GUNS N’ROSES: Band Guns N’Roses beraksi pada konsernya yang bertajuk ”Not In This Lifetime” di Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam. Pada konser tersebut mereka membawakan sejumlah lagu andalannya salah satunya ”Welcome to The Jungle”.(24)

JAKARTA- Tepat pukul 20.10 WIB, Axl Rose (vokal, piano), Duff McKagan (bass), Slash (gitar utama), Dizzy Reed (keyboard), Richard Fortus (gitar ritme), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (keyboard), seketika memecah keheningan stadion Utama Gelora Bung Karno,

Kamis (8/11) malam. Tanpa uluk salam juga kata pembuka, para personil Guns N’Roses langsung mengalirkan nomor ”It’s So Easy”, ”Mr Brownstone”, dan ”Chinese Democracy”. Mendapatkan sambutan sangat meriah dari puluhan ribu penggilanya, Axl Rose langsung meneruskannya di nomor superhit ”Welcome to The Jungle”. Mengenakan celana blue jeans belel, kaus hitam bertulis the Hellcat, dipadu sepatu boot cokelat, kalung emas putih, serta kacamata jingga, Axl Rose malih rupa menjadi panglima dalam Guns Ní Roses ëNot In This Lifetime Tour’.

Pendiri GN’R bersama Slash dan Dufd McKagan menjadi magnit utama konser reunian itu. Sebagaimana penampilannya di Ancol, 2012 lalu, Axl masih mampu berlari kian kemari ke segala penjuru panggung, Meski sambil menyanyikan lagu dengan nada-nada tinggi. ”You in the jungle Jakarta, you gonne die... ,” pekiknya membuka nomor ”Welcome to the Jungle. ”Jakarta, I wanna hear u scream.... ,” pintanya. Seketika, dia mendapatkam respons pekikan ribuan penonton secara berbarengan.

Dengan kemampuan vokal yang masih terjaga, Axl terlihat mulai kepayahan menjangkau nada-nada tinggi yang dulu mudah dilewatinya. Meski demikian, dalam konser kali keduanya di Indonesia ini upaya kerasnya membuat nada tinggi tetap terjangkau. Mempunyai vokal 5 setengah oktaf atau nyaris 6 oktaf, bagi Axl adalah anugerah. Alhasil, penampilan vokalis dan lirisis 56 itu masih membanggakan.

Dalam ”Double Talkin Jive”, ”Better”, ”Estranged”, ”Rocket Queen”, dan ”Live and Let Die”, Axl masih jejeritan tidak karuan. Sepertinya, dia baik-baik saja. Demikian halnya di nomor ”Slither” milik Velvet Revolver, band bentukan Slash. Selain Axl Rose, Slash adalah daya pikat yang mampu memacetkan lalu lintas sekitar GBK menjelang konser GN’R. Dengan Les Paul kesayangannya, Slash masih lincah menarikan jarinya di fred gitar jingganya. Mengenakan dandanan trade mark, dengan topi sulapnya, Slash, yang oleh Axl Roae diperkenalkan dengan sapaan, ”Quite and shy young man, the name is Slash,” adalah keajaiban.

Lihatkan saat nomor solo ”Speak Softly Love” atau kita mengenalnya sebagai lagu tema film The Godfatherdibawakan, semua dibuat terpana. Sampai nomor yang ditunggu-tunggu, setelah sebelumnya nomor ”You Could Be Mine”, ”Attitude”, ”This I Love”, dan ”Civil War” hadir, muncul nomor andalan dan lagu wajib ”Sweet Child 0’Mine”. Bisa ditebak, dari lirik pertama sampai purna, terjadi karaoke massal. Nah, lagu ini kelar, baru dialog dibuka lagi, ”Apa kabar. Senang bisa balik lagi (ke Jakarta). Senang bisa ketemu kalian semua,” katanya. Setelah itu, yang hadir di Jakarta adalah sejarah.

Puluhan lagu yang tersebar di album Appetite for Destruction (1987), G N’R Lies (1988), Use Your Illusion I (1991), Use Your Illusion II (1991), ”The Spaghetti Incident?” (1993) dan Chinese Democracy (2008) mengalir dengan ceritanya masingmasing. Jangan tanyakan pertunjukan multimedia GN’R. Tiga videotron diletakkan di tengah dan kanan kiri panggung. Juga sesi pencahayaan disajikan sebagai satu kesatuan yang apik. Apalagi saat nomor ”Wish You Were Here” milik ”Pink Floyd” dan ”November Rain”, makin pecahlah GBK.

Bagi generasi akhir 80- an dan awal 90-an, GN’R mempunyai tempat khusus di hati. Jadi tak mengherankan, kehadiran formasi reunian ini, seperti sebentuk obat penenang atas kerinduan nama besar GN’R yang telah lama tenggelam ditelan perseteruan antarpersonil GN’R. Akhir konser, tembang ”Black Hole Sun” milik Soundgarden makin mengukuhkan kehebatan GN’R.

Apalagi saat komposisi ”Knockin’on Heaven’s Door” milik Bob Dylan, ”Nightrain”, dan ”Don’t Cry” dibawakan. Bahayalah GN’R karena berhasil melipat waktu ke arah tengah malam tanpa terasa. (G20-41)


Berita Terkait
Komentar