PITUTUR

Witing Tresna Jalaran Saka Kulina

SM/Dok
SM/Dok

WEWARAH atau pitutur ini juga cukup populer. Mungkin karena ada kata tresna yang berarti cinta. Artinya cinta terjadi karena terbiasa. Kalau konteksnya dengan cinta maka umumnya para remaja berpendapat cinta tidak harus dimulai kulina atau terbiasa terlebih dahulu.

Cinta menurut mereka bisa datang pada pandangan pertama, love at first sight. Tetapi kalau direnungkan, sesungguhnya cinta datang melewati proses tertentu sesudah pandangan pertama. Pandangan pertama adalah saat ketertarikan yang dilanjutkan saling senyum, sapa, bertemu, baik itu secara fisik maupun lewat dunia maya. Artinya ada proses menuju cinta. Proses atau pembiasaan diri itulah yang dimaksud dengan kata “witing” kependekan dari kata ‘’wiwiting’’.

Wiwiting tresna jalaran saka kulina, bermulanya cinta adalah karena terbiasa. Kembali ke maksud pitutur di atas, sebetulnya wewarah ini tidak dikhususkan untuk persoalan cinta antara lelaki dan perempuan.

Maksud lebih jauh dari pitutur ini mengajari kita bahwa untuk mencapai sesuatu hendaknya kita membiasakan atau mengondisikan diri terlebih dahulu. Mungkin kita menyaksikan perokok berat, dia sayang pada rokoknya tentu kita tahu bahwa dia begitu karena terbiasa. Begitu juga dengan penggemar kopi, pemain sepak bola, pejalan kaki dan yang lain. Kalau kita ingin mencapai prestasi tertentu, misalnya ingin menjadi seniman, olahragawan, ilmuwan atau profesi dan keinginan apapun, kita mesti membiasakan diri dengan belajar dan berlatih.

Kita berusaha misalnya dengan menyusun perencanaan, program, menetapkan target, menyiapkan langkah-langkah dan menempa semangat tak takut gagal. Nah dengan proses itu semakin dekatlah kita dengan apa yang inginkan. Kalau kita ingin anak kita yang masuk kelompok generasi Yatau generasi milenial atau bahkan generasi alfa itu bisa belajar dengan baik, bisa mengaji dengan baik, biasakanlah mereka, buatlah mereka tertarik dan senang untuk belajar dan mengaji bahkan sejak mereka masih dalam kandungan. Jadi pitutur ini mengajari kita tentang perlunya proses, dan proses itu adalah pembiasaan diri. Ingat tak ada yang terjadi secara instan, ujug-ujug. Mari kita baca bersama ayat 26 QS Yunus yang artinya, ‘’Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik dan tambahannya”, serta ayat enam Surat Al Ankabut yang artinya, ‘’Dan barang siapa berusaha, maka usahanya itu (berguna) untuk dirinya”. (KH Ahmad Darodji, Ketua Umum MUI Jateng-54)


Berita Terkait
Komentar