FIGUR

Ajak Keluarga

SM/Setyo Wiyono
SM/Setyo Wiyono

MENGENALKAN olahraga kepada anak sejak dini. Itulah yang dilakukan pembalap Solo, Toni Syarifudin. Atlet yang merintis jalan BMX Indonesia menembus arena Olimpiade Rio de Janiero Brasil 2016 tersebut tak jarang mengajak keluarganya menunggui dia berlatih atau berlomba, di kota-kota yang relatif terjangkau dari Solo.

Istrinya, Elza Ramadhana Lativa, setia menungguinya ketika dirinya mulai melakukan persiapan untuk beradu kebut di sirkuit BMX. Demikian pula dua buah hatinya, Muhammad Kenzo Syarifudin (2) dan Muhammad Keizi Syarifudin (4 bulan).

Terserah Anak Saat lomba balap sepeda nomor BMX pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018 digelar di sirkuit kawasan Solo Technopark, 15 Oktober silam, orang-orang tercintanya itu pun mendampinginya. Bahkan atlet kelahiran 13 Juni 1991 tersebut tak canggung memangku si anak sulung, Kenzo, di atas sepedanya. ”Kenzo bahkan selalu terlihat senang saat mendengar aba-aba start. Sejak masih bayi, memang dia sering saya ajak ke sirkuit. Jadi dia hafal suara-suara start itu,” tutur Toni.

Kendati demikian, lelaki yang tercatat sebagai warga Kusumodilagan, Kecamatan Pasar Kliwon, tersebut mengaku tidak ingin mengarahkan sang buah hati untuk meneruskan jejak ayahnya. Alumnus SMK 5 Surakarta 2009 itu menyerahkan pilihan masa depan kepada si anak sendiri. ”Kelak mau terjun di bidang apa saja, terserah anak-anak. Tapi tak ada salahnya jika saya mengenalkan mereka pada olahraga sejak dini,” kata peraih medali perak SEA Games 2011 tersebut.

Toni Syarifudin memang mengenal adu kebut BMX sejak kecil. Dia mulai mengasah kemampuan balapan ketika memasuki usia 13 tahun. Kala itu dia masih duduk di bangku SMP pada 2002. Berkat ketekunannya berlatih, dia mampu mempersembahkan medali emas BMX bagi kontingen Jateng pada PON XVIII/2008 di Kalimantan Timur. Raihan tersebut memacunya untuk kian semangat meningkatkan performa.

Berbagai kejuaraan internasional berskala Asia pun diikutinya. Hasilnya, dia mengoleksi kepingan-kepingan medali dari sirkuit-sirkuit internasional tersebut. (Setyo Wiyono-51)


Berita Terkait
Komentar