Warga Bayan Mengadu ke Wali Kota

Rel KA Bandara

SM/M Ilham Baktora : PROYEK KA BANDARA: Sesuai pembangunan proyek KA bandara di Jalan Manunggal, Kampung Bayan RT 1/RW 7, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (8/11). (51)
SM/M Ilham Baktora : PROYEK KA BANDARA: Sesuai pembangunan proyek KA bandara di Jalan Manunggal, Kampung Bayan RT 1/RW 7, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (8/11). (51)

SOLO- Keluhan warga atas pembangunan rel Kereta Api (KA) bandara di Kadipiro belum menemukan solusi yang tepat.

Kecewa terhadap rapat yang dilaksanakan pada Selasa (6/11) malam, perwakilan warga Kampung Bayan, RT1/RW7, Kadipiro, Banjarsari, Solo, mengadukan persoalan tersebut ke Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Rumah Dinas Loji Gandrung, Rabu (7/11) malam. ”Kami sudah bingung harus mengadu kepada siapa, saat rapat terakhir di Kantor Kelurahan Kadipiro, Selasa lalu, pihak proyek (PT Dian Previta) mengatakan kesepakatan selesai dan warga menerima kompensasi yang mereka tawarkan. Padahal hal itu tidak benar, selain itu pihak lurah dan kecamatan tidak memberikan solusi yang menguntungkan. Dengan demikian, kami berharap kepada Wali Kota dapat memberikan solusi yang lebih baik,” kata Subagiyo, warga RW7 Kadipiro, saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/11).

Permintaan tersebut dia lakukan secara spontan dengan membawa keluhan warga yang tak kunjung diberi kejelasan pihak pelaksana proyek, sehingga dirinya yakin Wali Kota Surakarta dapat mengambil langkah untuk menegur pelaksana proyek. ”Kami menaruh harapan besar kepada Pak Rudy (sapaan akrab Wali Kota Surakarta) untuk mengambil langkah permasalahan pembangunan tersebut. Kami hanya meminta pihak proyek secara sadar memperhatikan dampak yang dihasilkan dari pembangunan itu,” katanya.

Warga lain yang ikut bertemu Wali Kota, Desi, menuturkan, keponakannya yang bernama Kenzo Revindra saat ini mengalami gangguan pernapasan (Ispa). Hal itu diduga lantaran debu yang dihasilkan dari proyek pembangunan. ”Saya sudah ceritakan semuanya ke Pak Rudy, termasuk korban yang mengalami penyakit Ispa lantaran debu proyek tersebut.

Yang jelas, kami diarahkan untuk membuat surat keluhan terlebih dahulu. Hal itu sudah kami lakukan dan surat sudah kami kirim ke Balai Kota. Pelaksana proyek harus mempertanggungjawabkan masalah warga yang terkena Ispa itu,” kata Desi.

Mengarahkan

Terpisah, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membenarkan dirinya didatangi warga pada Rabu (8/11) malam. Pihaknya sudah mengarahkan warga untuk membuat surat keluhan terhadap pembangunan tersebut ”Warga saya arahkan untuk membuat surat keluhan terhadap dibangunnya proyek itu, memberi dampak debu. Pembangunan tersebut merupakan proyek strategis nasional, jadi kami hanya bisa memberi arahan serta masukan,” ungkap Rudy.

Rudy mengatakan, keluhan tersebut nanti akan dibicarakan bersama Muspida dan dicarikan solusi. Warga diperkenankan menyampaikan keluhan karena hal itu wajar, namun tidak boleh mengada-ada terhadap permasalahan yang terjadi. ”Warga tetap diperbolehkan mengeluh karena persoalan tersebut. Namun tidak boleh mengada-ada dan tidak menuntut kompensasi yang berlebihan. Harus sesuai dan tidak dibesarbesarkan,” katanya. (ihm-51)


Berita Terkait
Komentar