Hapuskan Image Mobil Klasik dari Amerika

Komunitas Holden Jogja

SM/Gading Persada : NAMPANG DI KOPDAR : Para anggota komunitas Holden Jogja tengah nampang di depan mobil mereka masing-masing saat acara kopdar beberapa waktu lalu.(59)
SM/Gading Persada : NAMPANG DI KOPDAR : Para anggota komunitas Holden Jogja tengah nampang di depan mobil mereka masing-masing saat acara kopdar beberapa waktu lalu.(59)

BAGI banyak orang, mobilmobil klasik identik berasal dari daratan Eropa dan juga Amerika. Tapi bagi mereka yang merupakan penggemar mobil klasik merek Holden, tentu anggapan itu tidak berlaku. Dan bagi komunitas Holden Jojga, image mobil klasik dari Eropa dan Amerika selalu ditepis mereka. "Kalau di komunitas kami tentu itu tak berlaku. Holden ini mobil klasik, tapi ini mobil asli buatan Australia," jelas Muhammad Sofyan, salah satu anggota komunitas Holden Jogja, kemarin.

Sofyan menjelaskan, Holden pernah berjaya di Indonesia, tepatnya di era-era 70-an hingga 80-an. Dia bercerita di tahun-tahun itu, hampir seluruh taksi yang beroperasi di Indonesia khususnya di Jakarta menggunakan armadanya dengan mobil merek Holden. "Yang unik, dari beberapa referensi yang saya temukan bahwa di tahun 1970 sampai 1976 mobil Holden jadi semacam kendaraan operasional bagi lurah-lurah," ungkapnya.

Beranggotakan sekitar 38 orang, komunitas Holden Jogja selalu rutin menggelar acara kopi darat (kopdar). Acara bertemu dan berkumpulnya para pemilik mobil Holden di Kota Gudeg ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk sharing dan berbagi pengalaman tentang mobil tersebut.

Suku Cadang

"Uniknya, di negara asalnya spare part atau suku cadang masih tersedia sebab komunitas Holden yang cukup besar di sana. Seperti di Melbourne dan Victoria itu ternyata berani memproduksi spare part sendiri. Kalau mobil klasik lainnya sepertinya tidak seperti itu," jelas dia.

Karena kondisi itu-lah, Sofyan menyebut bahwa spare part mobil Holden tidak terlalu sulit dicari dibandingkan mobil-mobil klasik lainnya. "Maka dari itu, mobil Holden ini bisa jadi alternatif bagi pecinta mobil klasik yang baru-baru mencoba. Sebab dari segi harga juga terjangkau dengan masih banyaknya varian tahun mulai 1954 hingga edisi akhir 2008," tambahnya.

Di sisi lain, untuk makin mengenalkan mobil Holden di masyarakat, Sofyan menyebut komunitasnya sekitar September lalu baru saja menggelar festival otomotif bertajuk Jogja Holden Day 2018. Mengangkat tema "Rise of the Legend", berbagai jenis Holden mulai dari keluaran tahun 1954-2008 ditampilkan saat itu. "Kami ingin mempopulerkan kembali Holden ini yang pernah jaya pada masanya di era 90-an lalu. Saat itu peserta yang berpartisipasi ada sekitar 200 dan untuk pameran mobilnya ada 50 slot," tandas dia. (Gading Persada-59)


Berita Terkait
Komentar