Pancaroba Waspadai ISPA dan Demam Berdarah

SM/Raditia Yoni Ariya : Suparjo
SM/Raditia Yoni Ariya : Suparjo

TEMANGGUNG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo mengatakan, menjelang peralihan dari musim kemaru ke musim hujan ini, biasanya akan ada perubahan suhu yang cukup drastis. Keadaan ini bisa memicu timbulnya berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan demam berdarah, oleh karenanya masyarakat diminta untuk waspada. "Dari kemarau ke musim hujan ini ada kemungkinan penyakit yang muncul, adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan kemudian demam berdarah. Biasanya yang paling banyak itu, maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya," ujarnya kemarin.

Dikatakan, masyarakat harus mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungannya. Kemudian makan makanan dengan gizi seimbang. Jika kondisi lingkungan bersih maka akan mengurangi tumbuh kembang nyamuk, dan jika kondisi badan selalu fit maka akan lebih kebal dari kemungkinan terjangkitnya penyakit. Infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA adalah infeksi akut yang menyerang satu kompenen saluran pernafasan bagian atas, di mana bagian itu adalah hidung, sinus, faring, dan laring.

Gejalanya antara lain hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, bernafas cepat atau kesulitan bernafas, warna biru pada kulit akibat kurang oksigen. Biasanya menyerang pada sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah. Penyebab ISPAadalah virus atau bakteri, seperti rhinovirus dan coronavirus, parainfluenza, respiratory syncytial virus, dan adenovirus. Penularannya juga bisa terjadi jika ada kontak dengan orang yang terinfeksi atau melalui barangbarang.

Adapun demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini jika parah bisa menyebabkan kematian. Gejalanya demam tinggi hingga 40 derajat celcius, sakit kepala parah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi parah, mual dan muntah, serta muncul ruam pada bagian tubuh dan jika parah bisa terjadi perdarahan. "Pencegahan paling bagus itu pemberantasan sarang nyamuk, yaitu menutup, menguras, mengubur (3M). Kita tidak obral fogging, sebab syaratnya harus ada indeks kasus atau ada penderita DB nya dulu baru boleh difoggging. Fogging itu malah bisa menyebabkan nyamuk resisten maka keturunan nyamuk itu akan menularkan penyakit DB yang tingkatannya berbeda. Jadi nyamuk malah kebal fogging," katanya.( K41-59)


Berita Terkait
Komentar