Olah Botol Plastik Jadi Meja dan Kursi

SM/Hendra Setiawan : FOTO BERSAMA: Pelajar SMK Hidayah Semarang berfoto bersama usai mengikuti pelatihan pengolahan sampah di sekolah, baru-baru ini. (42)
SM/Hendra Setiawan : FOTO BERSAMA: Pelajar SMK Hidayah Semarang berfoto bersama usai mengikuti pelatihan pengolahan sampah di sekolah, baru-baru ini. (42)

SEMARANG- Ada banyak cara untuk mengolah limbah plastik, agar bermanfaat dan mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satunya seperti yang dilakukan 110 siswa SMK Hidayah Semarang.

Oleh para siswanya, sampah sampah plastik dan botol plastik tersebut, diolah menjadi perabot rumah tangga, seperti meja dan kursi. Kemampuan para siswa tersebut, diperoleh setelah mereka mengikuti pelatihan bertajuk Recycle and Creativity (Re-Vity), belum lama ini. ‘’Kami ingin mengajari para pelajar, untuk mengolah sampah botol plastik menjadi barang yang lebih bernilai, melalui daur ulang sampah menjadi ecobrick. Dimulai dari SMK Hidayah Semarang, dan nantinya juga ke sekolah lain,’’ujar Ketua Panitia Re-Vity, Sessy Refi.

Ecobricks merupakan seni pengolahan plastik berkelas. Caranya dengan memasukan sampah plastik ke dalam botol bekas hingga padat dan botol menjadi keras. Di Kabupaten Demak, teknik ini digunakan untuk membuat bata yang ramah lingkungan.

Dalam acara yang diinisiasi Hilo itu, peserta diajarkan praktik teknik ecobrick dari botol Hilo. Botol yang sudah dicuci, diisi dengan berbagai sampah plastik yang sudah dipotong- potong. Peserta pun sangat antusias mengikuti praktik ecobrick tersebut. Salah satu peserta, Pancow Nevada baru tahu kalau botol bekas bisa menjadi meja dan kursi. Setelah mendapatkan pelatihan di sekolah, dirinya berencana mempraktikannya di rumah. “Ini acara pertama yang ada di sekolah. Acaranya menarik, menambah pengalaman dan pengetahuan,’’ ujar yang siswa kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Tong

Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan Hi-Tong. Siswa-siswi SMK Hidayah Semarang diminta membuang sampah botol plastic di tong sampah (Hi-tong) yang disediakan. Kemudian dikukuhkan Hi- Community yang akan mengelola sampah plastik di dalam Hi-tong. Sampah plastik itu akan disalurkan kepada Bank Sampah ‘’Resik Becik’’ sebagai tabungan sampah. Komunitas Hi-Community akan menjadi nasabah tetap sampah bagi Bank Sampah ‘’Resik Becik’’. Harapannya, setelah acara ini, para pelakar lebih sadar menjaga lingkungan. (K18-42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar