8 Kecamatan Kembangkan Bawang Merah

SM/Arief Noegroho - BAWANG MERAH : Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan tanam perdana bawang merah di Desa Limbasari. (20)
SM/Arief Noegroho - BAWANG MERAH : Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan tanam perdana bawang merah di Desa Limbasari. (20)

PURBALINGGA- Komoditas bawang merah terus dikembangkan di Kabupaten Purbalingga. Jika di tahun 2017 tanaman ini hanya ditanam di lahan seluas 2 hektare, tahun ini ditanam di lahan seluas 20 hektare.

"Tahun 2017 uji coba bawang merah ditanam di Desa Pekuncen, Kecamatan Bobotsari 1 hektare dan di Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon seluas 1 hektare," kata Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Joko Sagastono.

Dia menambahkan, tahun ini pengembangan bawang merah di Kabupaten Purbalingga mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk ditanam di lahan seluas 20 hektare melalui dana APBN.

"Tahun ini bawang merah dikembangkan di 11 desa di 8 kecamatan. Luas lahan tanam masing- masing desa bervariasi. Ada yang 1 hektare, 2 hektare, 3 hektare dan 4 hektare," katanya.

Dia menambahkan, yang sudah berkembang bagus di Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon, Wanogara Wetan (Rembang), dan Limbasari (Bobotsari). Produksinya mencapai 12 ton per hektar. Selain di tiga kecamatan itu, lanjut Nurlaeli, bantuan pengembangan bawang merah juga dilaksanakan di Kecamatan Kutasari, Bojongsari, Karanganyar, Bukateja dan Karangjambu.

Joko menjelaskan, varietas bawang merah yang ditanam di Purbalingga adalah Bima. Kualitas komoditas ini sama dengan kualitas bawang merah dari Brebes serta hasil panen lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.

"Untuk sementara ini hasil panen bawang merah kita dipasarkan di pasar lokal, yakni ntuk memenuhi kebutuhan masyarakat Purbalingga. Sebab untuk memenuhi kebutuhan lokal saja kita masih kurang," katanya. Joko berharap, pengembangan komoditas bawang merah ini bisa mendapat pendampingan dana APBD Kabupaten. Sehingga hasilnya nanti bisa sesuai harapan.

Sementara itu Plt Bupati Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan, bawang merah merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karenanya Kabupaten Purbalingga berupaya menggenjot produktivitas tanaman ini, baik dari sisi produksi maupun penambahan luasan lahan produksinya.

"Nanti kalau Purbalingga bisa menjadi sentra produksi bawang merah, tentunya akan semakin mampu menekan tingkat inflasi baik di Purbalingga maupun di tingkat Provinsi Jawa Tengah," kata Plt Bupati usai melakukan tanam perdana bawang merah di Desa Limbasari, belum lama ini. (F10-20)


Baca Juga
Komentar