SMP 5 Terapkan Inovasi Belajar Berbasis Entrepreneur

MEMBANGUN semangat berwirausaha atau entrepreneur perlu ditanamkan sejak dini. Hal itu seperti yang diterapkan SMP 5 Salatiga, dengan menerapkan pembelajaran wirausaha lewat mata pelajaran keterampilan atau prakarya. Siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok mendapat tugas membuat makanan olahan berbahan dasar perikanan dan peternakan.

Mereka diberikan kebebasan untuk mengolah makanan tersebut menjadi produk siap saji dan layak dijual. ‘’Ini merupakan proses pembelajaran yang menarik dan memberikan pengalaman tersendiri kepada siswa agar memiliki jiwa wirausaha. Padahal mereka baru duduk di SMP,’’kata Kepala SMP5 Salatiga, Dwi Hartati MPd.

Sebelumnya, melalui Mapel Keterampilan, siswa dilatih teknikteknik dasar memasak dan berwirausaha. Siswa diajarkan memasak dengan standar kesehatan agar produk tersebut memiliki nilai jual lebih.

Evaluasi

Mereka juga dilatih menyiapkan makanan siap saji yang layak jual dari sisi kesehatan. Dengan bimbingan guru keterampilan proses berwirausaha itu pun bisa bisa terwujud dengan baik.

Hasil olahan berupa makanan sehat siap konsumsi tersebut, di antaranya dalam bentuk ayam penyet, ikan bakar, ikan asem manis, filet kakap goreng krispi, ayam goreng, ayam bumbu rujak, dan lainnya. Agar menarik para siswa itu menyajikan ala hotel dan restoran ternama. Makanan kreasi siswa tersebut dihias di atas piring saat disajikan kepada konsumen.

Produk itu pun kemudian ditawarkan kepada guru dan karyawan dengan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu setiap porsi. Para pelanggan, guru dan karyawan SMP 5 tersebut, kemudian memberikan evaluasi atas penyajian dan rasa makanan yang disajikan itu.

Menurut Dwi Hartati, ada dua keuntungan yang diperoleh dari proses pembelajaran tersebut. Pertama, tertanam semangat berwirausaha yang akhirnya diaplikasikan dalam penilaian pembelajaran yang diraih siswa. Lalu, siswa mendapat keuntungan atas laba penjualan produk makanan siap saji yang telah dibuat tersebut. (Surya Yuli P-22)


Berita Terkait
Komentar