Kejari Periksa Dirut PD BPR Bank Salatiga

Data Saksi Disinkronkan

SALATIGA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga melakukan pemeriksaan perdana kepada mantan Direktur Utama (Dirut) PD BPR Bank Salatiga, M Habib Shaleh, Kamis (11/10), setelah ditahan di Rumah Tahanan Salatiga sejak, 3 September lalu.

Kejari memfokuskan pemeriksaan terkait perannya sebagai direktur utama, tugas pokok dan fungsi sebagai dirut, dan tugas lainnya. Hal itu diungkapkan Kajari Salatiga Yudi Kristiana, melalui Kasi Intel Subhan Gunawan, di sela-sela pemeriksaan tersebut, kemarin. ‘’Penyidik ingin mendapat informasi dan keterangan terkait apa yang terjadi di PD BPR Bank Salatiga, yakni terjadinya selisih saldo dan pengelolaan manajemen keuangan perbankan selama ini,’’kata Subhan.

Dia menjelaskan, pihaknya juga menyinkronkan data dan keterangan para saksi yang telah diperiksa sebelumnya, seperti karyawan bank, nasabah, dan dewan pengawas. Menurutnya, pemeriksaan tersebut sangat penting, karena sangat menentukan tindak lanjut hasil penyidikan yang akan dilakukan oleh Kejari Salatiga.

Adapun proses pemeriksaan kepada Habib berlangsung sejak pagi hingga pukul 17.00. Pemeriksaan dihentikan sementara waktu, saat istirahat siang dan shalat. ‘’Setelah pemeriksaan selesai sekitar pukul 17.00, MHS dipulangkan kembai ke Rutan Salatiga,’’ jelas Subhan. Sebelumnya, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Salatiga, Nizar Febriansyah mengatakan, bila proses pemeriksaan selama ini difokuskan kepada para saksi, dari karyawan PD BPR Bank Salatiga, nasabah, dan lainnya. Adapun pemeriksaan terhadap Habib dilakukan berikutnya, setelah pemeriksaan terhadap para saksi selesai semuanya.

Didampingi Pengacara

Dalam proses pemeriksaan itu, M Habib Shaleh didampingi dua pengacaranya, Suroso Kuncoro SH MH dan M Sofyan SH MH. ‘’Benar kami berdua mendampingi klien kami dalam proses pemeriksaan yang dilakukan Kejari,’’ kata M Sofyan.

Baik Suroso Kuncoro atau M Sofyan belum memberikan keterangan lebih lanjut, terkait pendampingan mereka terhadap kliennya tersebut. Seperti diberitakan, Kejari Salatiga telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum yang terjadi di PD BPR Bank Salatiga, dengan tersangka M Habib Shaleh pada akhir Agustus lalu. Setelah itu dilanjutkan dengan penahanan tersangka pada awal September. Penyidikan Kejari dilakukan terkait dugaan korupsi penggunaan dana yang dihimpun dari masyarakat dan penerbitan bilyet deposito berjangka palsu, sehingga merugikan nasabahnya. Sprindik dikeluarkan setelah dalam proses penyelidikan Kejari memastikan adanya bukti permulaan yang cukup, terkait penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Salatiga itu.(H2-22)


Berita Terkait
Komentar