282 Pebulu Tangkis Ikuti Kejurkab Demak

SM/dok : MEMBIARKAN KOK : Salah seorang pemain kelompok remaja membiarkan kok yang keluar dari garis, pada pertandingan bulu tangkis Kabupaten Demak. (42)
SM/dok : MEMBIARKAN KOK : Salah seorang pemain kelompok remaja membiarkan kok yang keluar dari garis, pada pertandingan bulu tangkis Kabupaten Demak. (42)

DEMAK - Sebanyak 282 atlet bulu tangkis dari kelompok usia dan kelompok veteran di Kabupaten Demak, Jumat (12/- 10), mulai pukul 8 pagi, bakal bertanding dalam kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab Bulu Tangkis Hari Sumpah Pemuda BPR BKK Demak 2018. Kejuaraan yang berlangsung tiga hari, 12-14 Oktober 2018, bertempat di di GOR KONI, Demak Kota. Refere Pertandingan, Jaka Susila, mengatakan sejumlah pebulu tangkis yang tampil tersebut, terbagi dalam kategori Kelompok Usia (KU) dan Kelompok Veteran.

Meliputi 14 laga tunggal kelompok usia dan 2 partai ganda kelompok veteran. Paling banyak peserta di kelompok tunggal anak putra madya, yang diikuti 40 pemain. ”Pada kejurkab seri II, jumlah peserta maupun jumlah pertandingan lebih banyak. Seri sebelumnya hanya memainkan 11 kelompok pertandingan, dan diikuti 161 pemain. Penambahan ini membuat pertandingan berlangsung lebih semarak,” paparnya kemarin.

Peserta kejuaraan berasal dari atlet klub Perkumpulan Bulutangkis (PB), serta beberepa pemain yang turun mengatasnamakan sekolah di Kabupaten Demak. Jaka Susila menambahkan, klub-klub bulu tangkis yang ikut antara lain PB Remaja, PB Cahaya Emas, PB Krisna, PB Raja Bintang Timur, PB Garuda Junior, PB Pro Sport. ”Pelaksanaan kejuaraan ini bisa menjadi tolak ukur masing-masing klub, sebelum berlaga dalam ajang kejuaraan bulu tangkis multi cabang kota / kabupaten di eks- Karesidenan Semarang, yang diagendakan berlangsung di wilayah Kabupaten Semarang bulan depan,” tutur pengurus PBSI Kabupaten Demak Bidang Pertandingan ini.

Semua klub yang membina atlit muda, lanjut Jaka Susila, semua sudah memastikan mengikuti kejuaraan. Pihaknya berharap pemain maupun official mampu menjaga sportifitas, serta memperhatikan jadwal pertandingan yang sudah ada di depan gedung GOR KONI. ”Belajar dari pengalaman, pemain supaya datang lebih awal. Jadi tidak akan terlambat dan terkena diskualifikasi,” imbuhnya. (A4-42)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar