Ratusan Botol Miras Disita

SM/Adi Purnomo - MENYITA BOTOL MIRAS : Petugas Satpol PP Jepara menyita ratusan botol miras di kantor Satpol PP Jepara, kemarin. (30)
SM/Adi Purnomo - MENYITA BOTOL MIRAS : Petugas Satpol PP Jepara menyita ratusan botol miras di kantor Satpol PP Jepara, kemarin. (30)

JEPARA - Ratusan botol miras disita aparat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara, kemarin. Barang bukti itu didapatkan dari dua warga Kecamatan Kalinyamatan. Barang bukti pertama diperoleh dari tangan Budiarto, warga Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan.

Dari rumahnya, petugas mendapatkan 101 botol miras berbagai merek. Terdiri atas 17 botol anggur kolesom, enam botol congyang, lima bir hitam Guinnes berukuran kecil, empat bir mereka Prost, empat botol beras kencur, dan 65 bir mereka Anker. Sementara di lokasi kedua, Desa Banyuputih Kecamatan Kalinyamatan, petugas menyita 881 botol miras berbagai merek dari Sutopo, warga setempat.

Terdiri atas 471 botol anggur merah, 96 congyang kecil, 46 anggur kolesom, 188 botol bir merek Anker, 73 botol bir merek Guinnes kecil dan tujuh kaleng Prost Alster. ”Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat.

Awalnya petugas patroli penertiban PKL. Kemudian sekalian dilanjutkan dengan penindaklanjutan laporan warga peredaran miras yang banyak terjadi di Krian dan Banyuputih. Saat didatangi dua rumah yang menurut laporan dijadikan tempat jual beli miras, ternyata benar,” terang Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Istono, kemarin.

Istono mengatakan, sesuai dengan arahan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Jepara saat ini sudah darurat minuman keras. Hal itu tak lepas dari masih banyaknya peredaran miras di Jepara dan mudahnya semua kalangan mendapatkan barang haram ini.

Termasuk juga maraknya miras oplosan. Jumlah pembuat, pengedar dan penjual miras di Jepara tak berkurang kendati sudah sering dilakukan operasi, baik dari instansinya maupun kepolisian. ”Belum lama ini kami mendapatkan barang bukti 1.000 botol miras berbagai merek di Welahan hanya dari satu orang.

Bupati menginstruksikan agar peredaran miras bisa ditekan, karena menjadi sumber kriminalitas,” beber Istono. Dia mengakui berkomitmen terus menekan peredaran miras dengan memperbanyak razia di sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi sarang miras.

Hal ini sekaligus sebagai langkah cipta kondisi jelang Pemilu 2019. Terlebih di Jepara juga akan digelar pemilihan petinggi (Pilpet) serentak di 24 desa. ”Jangan sampai Jepara menjadi ladang peredaran minuman keras.

Peredaran miras yang begitu marak harus diantisipasi dan dikondisikan agar jelang Pemilu 2019 Jepara tak bergejolak,” tandasnya. Untuk dua tersangka penjual miras itu, Istono menambahkan, pada Senin pekan depan akan dipanggil untuk berita acara pemeriksaan (BAP). Selanjutnya akan disidang tindak pidana ringan (Tipiring).

”Nanti biar hakim yang menentukan sanksinya. Kami harap dendanya besar, sehingga menimbulkan efek jera. Kalau sebelum-sebelumnya kami nilai masih terlalu ringan,” katanya. (adp-30)


Berita Terkait
Loading...
Komentar